Mensesneg Buka-bukaan Soal Anggaran Satgas Rekonstruksi Bencana Sumatera
Kamis, 08 Januari 2026 - 22:34 WIB
Ia merinci, kebutuhan tersebut meliputi perbaikan jalan dan jembatan yang terputus, fasilitas pendidikan, rumah sakit, puskesmas, hingga sektor pertanian. Menurutnya, sekitar 64.000 hektare sawah produktif terdampak bencana, baik yang tertimbun lumpur maupun gagal panen.
Namun demikian, Prasetyo menekankan angka Rp60 triliun bukanlah angka final. Ia menyebut data di lapangan bersifat dinamis sehingga besaran anggaran bisa bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan.
“Itulah dihitung semua di situ. Tapi bukan berarti angkanya kemudian 60 (triliun), nggak bisa nambah, nggak bisa kurang, tidak begitu cara bekerjanya, karena datanya itu kan juga dinamis,” tegasnya.
“Tapi bukan berarti angkanya kemudian 60, nggak bisa nambah, nggak bisa kurang, tidak begitu cara bekerjanya, karena datanya itu kan juga dinamis,” tambah Prasetyo.
Terkait anggaran operasional Satgas, Prasetyo menyebut tidak ada alokasi khusus yang bisa dihitung secara terpisah. Menurutnya, Satgas tidak dibentuk untuk memberikan insentif atau anggaran tambahan bagi para pejabat yang terlibat.
Namun demikian, Prasetyo menekankan angka Rp60 triliun bukanlah angka final. Ia menyebut data di lapangan bersifat dinamis sehingga besaran anggaran bisa bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan.
“Itulah dihitung semua di situ. Tapi bukan berarti angkanya kemudian 60 (triliun), nggak bisa nambah, nggak bisa kurang, tidak begitu cara bekerjanya, karena datanya itu kan juga dinamis,” tegasnya.
“Tapi bukan berarti angkanya kemudian 60, nggak bisa nambah, nggak bisa kurang, tidak begitu cara bekerjanya, karena datanya itu kan juga dinamis,” tambah Prasetyo.
Terkait anggaran operasional Satgas, Prasetyo menyebut tidak ada alokasi khusus yang bisa dihitung secara terpisah. Menurutnya, Satgas tidak dibentuk untuk memberikan insentif atau anggaran tambahan bagi para pejabat yang terlibat.
Lihat Juga :