Al-Suffah: Cikal Bakal Organisasi Pendidikan Islam Pertama

Kamis, 04 Desember 2025 - 12:04 WIB
Dengan hati penuh harap, Abu Hurairah bergegas pulang. Sampai di rumah, pintu terkunci. Ia mendengar gemericik air. Rupanya ibunya sedang mandi. Tak lama, pintu terbuka. Sang ibu berkata, "Wahai Abu Hurairah, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Air mata bahagia mengalir. Doa Rasulullah terkabul seketika.

Al-Suffah ke Pesantren kita

Al-Suffah telah menginspirasi generasi demi generasi umat Islam. Bahkan sebagian ulama tasawuf meyakini kata tasawwuf berasal dari kata suffah. Merujuk pada gaya hidup sederhana para penghuninya yang zuhud namun kaya ilmu.

Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 273 menggambarkan mereka dengan indah. Bahwa apa pun yang diinfakkan diperuntukkan bagi orang-orang fakir yang terhalang usahanya karena jihad di jalan Allah. Mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka memelihara diri dari mengemis.

Inilah karakter yang kemudian diwariskan ke pesantren-pesantren di seluruh dunia Islam, termasuk Nusantara.

Seperti yang pernah kami tulis, pesantren tidak boleh sekadar menjadi lembaga yang bisa mati kapan saja. Bergantung pendanaan, regulasi, atau siapa yang memimpin. Pesantren harus menjadi organisme. Hidup, tumbuh, dan berkembang secara mandiri.

Dan organisme pesantren yang paling sempurna telah dicontohkan Rasulullah di Al-Suffah. Sederhana dalam fisik, namun agung dalam substansi. Minim fasilitas, namun maksimal dalam pencapaian. Tanpa gedung megah, namun melahirkan raksasa-raksasa ilmu seperti Abu Hurairah.

Penutup



Ketika para santri dan pengasuh pesantren hari ini berziarah ke makam para pendiri, sesungguhnya mereka sedang menatap jejak panjang yang bermula dari Al-Suffah. Setiap pesantren, dari yang paling kecil hingga yang paling besar, pada hakikatnya sedang berusaha meniru lingkungan Al-Suffah itu.

Pertanyaannya sekarang: sudahkah pesantren kita menjadi organisme yang hidup seperti Al-Suffah? Ataukah kita masih terjebak menjadi sekadar lembaga yang rapuh?

Jawabannya ada di tangan kita semua. Wallahu a'lam bi al-shawab.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!