Menuju Hari Sadar Risiko Nasional, Pemerintah Dorong Inovasi dan Budaya Antisipatif

Selasa, 11 November 2025 - 14:30 WIB
Ketua MASINDO Dimas Syailendra Ranadireksa mengatakan kesadaran risiko perlu dipandang sebagai langkah reaktif terhadap krisis. Untuk itu, dia menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dari sikap “bagaimana nanti” menjadi “nanti bagaimana” dari pasif menjadi antisipatif terhadap risiko.

“Kalau di transportasi kita pakai helm dan sabuk pengaman, di kesehatan kita punya makanan rendah gula untuk mencegah diabetes, dan di ruang digital kita semakin sadar soal proteksi data. Semua itu contoh sederhana pendekatan pengurangan risiko,” ungkapnya.

Dalam konteks kesehatan publik, Dimas juga menyoroti pendekatan harm reduction atau pengurangan bahaya sebagai bagian dari strategi pengendalian risiko yang lebih realistis.

Direktur Statistik Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Nurma Midayanti menuturkan peran data statistik juga perlu menjadi perhatian dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko sosial konomi.

“Tanpa data yang kredibel, sulit bagi masyarakat memahami arah pembangunan dan sulit bagi pemerintah melegitimasi kebijakan. Jadi untuk itulah ayo kita bersama-sama membangun literasi data sendiri,” ujar Nurma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!