Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Megawati Dinilai Belum Berdamai dengan Sejarah
Sabtu, 08 November 2025 - 21:20 WIB
“Soeharto menjadi Presiden memang bukan karena hasil pemilu, melainkan akibat krisis politik nasional yang membuatnya naik ke tampuk kekuasaan. Tapi kepemimpinan Soeharto juga berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan terencana melalui Repelita yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Yusak.
Yusak menyebut usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sudah melalui proses panjang sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional sudah melalui proses yang panjang, bahkan sejak era SBY,” katanya.
Pengakuan terhadap jasa Soeharto justru dapat menjadi simbol kebesaran bangsa Indonesia yang mampu menempatkan sejarah secara adil tanpa membawa dendam. “Kalau kita ribut dan dendam terus atas masa lalu, sampai kapan bangsa kita bisa menjadi dewasa. Kita harus bisa menempatkan sejarah secara adil,” tegas Yusak.
Menurutnya, meski gaya kepemimpinan Soeharto kerap disebut otoriter, jasa dan perannya dalam menyelamatkan bangsa pasca tragedi 1965 tidak bisa diabaikan.
“Meskipun kepemimpinan politiknya sangat otoriter, tapi Soeharto telah meletakkan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi. Soeharto turut bekerja dalam upaya penyelamatan bangsa dari potensi disintegrasi pascatragedi 1965,” ucapnya.
Yusak menyebut usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sudah melalui proses panjang sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional sudah melalui proses yang panjang, bahkan sejak era SBY,” katanya.
Pengakuan terhadap jasa Soeharto justru dapat menjadi simbol kebesaran bangsa Indonesia yang mampu menempatkan sejarah secara adil tanpa membawa dendam. “Kalau kita ribut dan dendam terus atas masa lalu, sampai kapan bangsa kita bisa menjadi dewasa. Kita harus bisa menempatkan sejarah secara adil,” tegas Yusak.
Menurutnya, meski gaya kepemimpinan Soeharto kerap disebut otoriter, jasa dan perannya dalam menyelamatkan bangsa pasca tragedi 1965 tidak bisa diabaikan.
“Meskipun kepemimpinan politiknya sangat otoriter, tapi Soeharto telah meletakkan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi. Soeharto turut bekerja dalam upaya penyelamatan bangsa dari potensi disintegrasi pascatragedi 1965,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :