PB DDI Imbau Waspadai Propaganda Jihad Persatuan Global ISIS

Rabu, 05 November 2025 - 23:29 WIB
"Menurut mereka, kondisi seperti itu tidak ideal dan harus disatukan kembali di bawah satu sistem global. Karena itu, mereka mendorong orang untuk ikut berperang di wilayah konflik seperti Sudan," ungkapnya.

Namun, Suaib menegaskan bahwa realitas di lapangan jauh berbeda dari narasi yang disampaikan ISIS. Ia mengungkapkan, warga Asia yang tergiur ajakan tersebut tidak akan menemukan bentuk "persatuan global" sebagaimana dijanjikan.

"Dalam struktur ISIS, orang Asia tidak menempati posisi strategis. Mereka umumnya hanya menjadi kombatan di lapangan dan mudah digantikan jika gugur. Jadi, persaudaraan global yang mereka gaungkan tidak pernah benar-benar terwujud," ujarnya.

Suaib juga menyoroti lemahnya solidaritas sosial di antara masyarakat negara-negara Timur Tengah yang disebabkan oleh absennya konsensus kebangsaan yang kuat. Kondisi ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang memicu konflik berkepanjangan dan perang saudara di kawasan tersebut.

"Rasa kesukuan yang dominan tanpa adanya konsensus kebangsaan yang kokoh kerap memicu perpecahan. Akibatnya, banyak negara di kawasan tersebut tidak memiliki institusi kenegaraan yang stabil, dan rakyat menjadi korban," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!