Kepala BKKBN: Kemiskinan Jadi Salah Satu Sumber Kerusuhan
Senin, 14 September 2020 - 13:59 WIB
Hasto mengatakan, penduduk juga bisa berkembang menjadi arah-arah tertentu yang penting untuk dikendalikan. Dia pun memberikan contoh ada ideologi atau keyakinan masyarakat tertentu bahwa harus memiliki anak dengan jumlah banyak.
"Dan mereka ini menjadi terkelompok di dalam suatu keyakinan ideologi tertentu. Tentu ini menjadi salah satu profil kependudukan yang ke depan bisa sangat terpengaruh hal-hal seperti itu. Sehingga kewaspadaan dini menurut kami adalah penting," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, persebaran penduduk juga erat kaitannya dengan sejumlah konflik yang ada. "Sebagai contoh ketika kita ingin menerapkan kebijakan-kebijakan di suatu wilayah tertentu, maka sebetulnya sensitivitas penduduk juga harus kita maklumkan dan kita pelajari, ada wilayah tertentu yang merasa sangat sensitif ketika yang berkembang adalah penduduk yang berasal dari luar daerahnya, sementara penduduk yang asli daerahnya kurang berkembang," ujarnya.
Hal tersebut, lanjut dia, juga membuat program kebijakan kependudukan harus diwarnai dengan apa yang menjadi policy sisi ketahanan, keamanan dan serta ketentraman di masyarakat itu sendiri. "Ini yang kami rasakan di BKKBN, kami betul-betul merasakannya," imbuhnya. (Baca juga: Ibrahim Adham: Kubeli Kemiskinan Itu Seharga Kerajaan Dunia )
Maka itu, webinar kali ini diharapkan bisa mendapatkan simpul kerjasama antara kebijakan kependudukan dengan ketahanan nasional serta keamanan dan ketentraman. "Juga kami sangat mengakui bahwa sumber kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di masyarakat salah satunya adalah kemiskinan," ungkapnya.
"Dan mereka ini menjadi terkelompok di dalam suatu keyakinan ideologi tertentu. Tentu ini menjadi salah satu profil kependudukan yang ke depan bisa sangat terpengaruh hal-hal seperti itu. Sehingga kewaspadaan dini menurut kami adalah penting," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, persebaran penduduk juga erat kaitannya dengan sejumlah konflik yang ada. "Sebagai contoh ketika kita ingin menerapkan kebijakan-kebijakan di suatu wilayah tertentu, maka sebetulnya sensitivitas penduduk juga harus kita maklumkan dan kita pelajari, ada wilayah tertentu yang merasa sangat sensitif ketika yang berkembang adalah penduduk yang berasal dari luar daerahnya, sementara penduduk yang asli daerahnya kurang berkembang," ujarnya.
Hal tersebut, lanjut dia, juga membuat program kebijakan kependudukan harus diwarnai dengan apa yang menjadi policy sisi ketahanan, keamanan dan serta ketentraman di masyarakat itu sendiri. "Ini yang kami rasakan di BKKBN, kami betul-betul merasakannya," imbuhnya. (Baca juga: Ibrahim Adham: Kubeli Kemiskinan Itu Seharga Kerajaan Dunia )
Maka itu, webinar kali ini diharapkan bisa mendapatkan simpul kerjasama antara kebijakan kependudukan dengan ketahanan nasional serta keamanan dan ketentraman. "Juga kami sangat mengakui bahwa sumber kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di masyarakat salah satunya adalah kemiskinan," ungkapnya.
Lihat Juga :