Guru Besar Unair Ungkap Peran Penting ASI Booster Bagi Ibu Menyusui
Kamis, 16 Oktober 2025 - 21:43 WIB
ASI merupakan nutrisi terbaik untuk kecerdasan anak, tapi banyak ibu menghadapi tantangan seperti produksi seret, tekanan kerja, hingga rasa ASI kurang. Selama ini efektivitas ASI booster jarang terbukti ilmiah, dan Mom Uung menjadi brand lokal pertama yang memvalidasinya melalui publikasi internasional.
Menurut Uung Victoria Finky, pendiri Mom Uung mengatakan, misinya sederhana, menemani perjalanan menyusui ibu Indonesia. Kini perjuangan itu diperkuat bukti ilmiah. “Hal ini menjadikan kami bukan sekadar brand, tapi juga berani memberi bukti nyata bagi ibu,” katanya.
ASI booster-nya telah menjalani dua studi ilmiah untuk membuktikan efektivitasnya. Studi pertama dengan desain cross-sectional melibatkan 665 ibu menyusui di Indonesia, menggunakan kuesioner tervalidasi. Hasilnya menunjukkan konsumsi ASI booster tersebut meningkatkan volume ASI secara signifikan, baik pada ibu bekerja maupun tidak bekerja (p < 0.001).
Baca juga: Bunda, Ini 5 Minuman ASI Booster yang Wajib Dicoba
Rata-rata produksi harian sekitar 855 ml pada ibu tidak bekerja dan 807 ml pada ibu bekerja. Penelitian ini juga mencatat peningkatan frekuensi menyusui, sesi pumping, serta durasi menyusui yang lebih panjang.
Menurut Uung Victoria Finky, pendiri Mom Uung mengatakan, misinya sederhana, menemani perjalanan menyusui ibu Indonesia. Kini perjuangan itu diperkuat bukti ilmiah. “Hal ini menjadikan kami bukan sekadar brand, tapi juga berani memberi bukti nyata bagi ibu,” katanya.
ASI booster-nya telah menjalani dua studi ilmiah untuk membuktikan efektivitasnya. Studi pertama dengan desain cross-sectional melibatkan 665 ibu menyusui di Indonesia, menggunakan kuesioner tervalidasi. Hasilnya menunjukkan konsumsi ASI booster tersebut meningkatkan volume ASI secara signifikan, baik pada ibu bekerja maupun tidak bekerja (p < 0.001).
Baca juga: Bunda, Ini 5 Minuman ASI Booster yang Wajib Dicoba
Rata-rata produksi harian sekitar 855 ml pada ibu tidak bekerja dan 807 ml pada ibu bekerja. Penelitian ini juga mencatat peningkatan frekuensi menyusui, sesi pumping, serta durasi menyusui yang lebih panjang.
Lihat Juga :