Profil HBL Mantiri, Jebolan Batujajar Eks Panglima Komando di Timtim yang Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan

Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:29 WIB
Dedikasi dan loyalitasnya dalam mengabdi, membuatnya masuk dalam jajaran perwira tinggi (Pati) TNI. HBL Mantiri diangkat menjadi Panglima Divisi 1/Kostrad merangkap Panglima Komando Operasi Keamanan Timor Timur pada 1986-1988. Jabatan ini membuatnya pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Tidak hanya itu, dia juga kembali diterjunkan dalam operasi keamanan di Timtim.

Usai penugasan di Timtim, HBL Mantiri diangkat menjadi Asisten Perencanaan Anggaran KSAD dan mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI. Dia juga dipercaya menjadi Asrena Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Panglima Kodam (Pangdam) IX dan Asisten Operasi Kasum ABRI.

Kariernya semakin mentereng, HBL Mantiri diangkat menjadi Kasum ABRI. Jabatan ini membuat Bintang emas di pundaknya naik menjadi tiga atau Letnan Jenderal (Letjen) TNI. Dia kemudian dimutasi menjadi Pati Mabes TNI hingga pensiun. Setelah purnawirawan, dia sempat ditunjuk menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura - Juli 1996-Juli 1999. Kemudian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia.

Selain kenyang dengan pengalaman tempur dan banyak menduduki jabatan strategis, HBL Mantiri juga banyak mengenyam pendidikan militer. Mulai dari Akademi Militer Nasional (AMN) 1962, Sus Sarbang Infanteri pada 1963, Kursus Perwira Lanjutan Satu (Kupaltu) Angkatan VII (1965).

Selain itu, HBL Mantiri juga pernah mengikuti Pendidikan dan Latihan Sus Dasar Para Batujajar pada 1966. Pendidikan Infanteri Gaja Baru Dam XIV HN Angkatan III Gelombang I pada 1968. Sus Dan Yonif Angkatan II, Pusdikif Bandung pada 1971-1972. Sustar Dandim pada 1973. Seskoad pada 1976-1977.

Tidak hanya itu, HBL Mantiri juga pernah mengikuti pendidikan International Defense Management Course (IDMC), Monterey, Amerika Serikat pada 1978. Susreg Seskogab Angkatan VI pada 1980-1981. Lemhanas XIX 1986, TAR P-4 Tingkat Nasional (Manggala) pada 1995
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!