Indonesia Lawan Genosida di Palestina Gelar Aksi Akbar Besok
Sabtu, 11 Oktober 2025 - 13:43 WIB
Syauki menyatakan, kabar gencatan senjata itu membawa kelegaan, namun hal tersebut tidak berarti perjuangan telah usai. "Sebagaimana teman-teman kita di Gaza cukup lega, kami juga sangat lega ada gencatan senjata. Kami ingin Indonesia terlibat aktif, memastikan genosida tidak terulang lagi, pelanggaran gencatan senjata tidak terulang lagi, tidak terjadi lagi perang di Gaza," katanya.
Dalam rencana aksi tersebut, salah satu fokus utama tuntutan yang akan diserukan, adalah penagihan janji Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan kesiapan mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza. Syauki menilai, momentum pengiriman pasukan tersebut harus dilakukan sekarang, tanpa ditunda lagi.
Syauki khawatir, jeda waktu akan dimanfaatkan Israel, untuk kembali melancarkan operasi militer. "Karena yang kami lihat dari preseden yang ada, Israel itu mencari celah kecil, untuk bisa melanjutkan lagi operasi terornya di Gaza," katanya.
Baca juga: 170.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Menunggu Masuk Gaza
Syauki berharap, pengiriman 20.000 pasukan perdamaian Indonesia, dapat segera direalisasikan, untuk mengawal proses gencatan senjata, dan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan. "Salah satu yang dijanjikan Presiden Prabowo, yang menjanjikan 20.000 pasukan, itu momentumnya sekarang dan tidak ditunda lagi," kata Syauki.
Dalam rencana aksi tersebut, salah satu fokus utama tuntutan yang akan diserukan, adalah penagihan janji Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan kesiapan mengirim 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza. Syauki menilai, momentum pengiriman pasukan tersebut harus dilakukan sekarang, tanpa ditunda lagi.
Syauki khawatir, jeda waktu akan dimanfaatkan Israel, untuk kembali melancarkan operasi militer. "Karena yang kami lihat dari preseden yang ada, Israel itu mencari celah kecil, untuk bisa melanjutkan lagi operasi terornya di Gaza," katanya.
Baca juga: 170.000 Ton Bantuan Kemanusiaan Menunggu Masuk Gaza
Syauki berharap, pengiriman 20.000 pasukan perdamaian Indonesia, dapat segera direalisasikan, untuk mengawal proses gencatan senjata, dan menjamin masuknya bantuan kemanusiaan. "Salah satu yang dijanjikan Presiden Prabowo, yang menjanjikan 20.000 pasukan, itu momentumnya sekarang dan tidak ditunda lagi," kata Syauki.
Lihat Juga :