BMKG Bangun Sistem Peringatan Dini Tsunami di Timor Leste
Kamis, 09 Oktober 2025 - 12:28 WIB
Dwikorta menjelaskan secara tektonik, wilayah Timor Leste memiliki struktur sesar naik (thrust fault) yang dapat memicu gempabumi dan tsunami. Negara ini pernah mengalami peristiwa tsunami akibat gempabumi M6,9 pada 1995 yang menyebabkan 11 orang hilang, 19 luka-luka, dan kerusakan parah di Dili serta Maliana. Menurut Dwikorita, kondisi tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Kita belajar dari pengalaman pahit Aceh 2004 dan Palu 2018. Sebaik apa pun sistem peringatan dini di hulu, akan sia-sia bila masyarakat di hilir tidak siap bertindak,” tegasnya.
Baca juga: Deretan Brigjen Pol Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan pada September 2025
Kolaborasi BMKG dan IGTL diperkuat melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Implementasi 2024 yang mencakup bidang geofisika, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran teknologi. Melalui kemitraan ini, BMKG berkomitmen membantu IGTL membangun kapasitas operasional yang mandiri dalam pemantauan gempabumi dan tsunami.
“BMKG siap mendukung IGTL agar memiliki kedaulatan penuh atas data dan informasi kebencanaan, sehingga dapat merespons ancaman dengan cepat dan tepat demi keselamatan warganya,” jelas Dwikorita.
Dwikorita menegaskan, keselamatan publik adalah prioritas utama dari seluruh kerja sama ini. “Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan keselamatan masyarakat, nol korban, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” tutupnya.
“Kita belajar dari pengalaman pahit Aceh 2004 dan Palu 2018. Sebaik apa pun sistem peringatan dini di hulu, akan sia-sia bila masyarakat di hilir tidak siap bertindak,” tegasnya.
Baca juga: Deretan Brigjen Pol Naik Pangkat usai Dapat Promosi Jabatan pada September 2025
Kolaborasi BMKG dan IGTL diperkuat melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Implementasi 2024 yang mencakup bidang geofisika, pengembangan sumber daya manusia, serta pertukaran teknologi. Melalui kemitraan ini, BMKG berkomitmen membantu IGTL membangun kapasitas operasional yang mandiri dalam pemantauan gempabumi dan tsunami.
“BMKG siap mendukung IGTL agar memiliki kedaulatan penuh atas data dan informasi kebencanaan, sehingga dapat merespons ancaman dengan cepat dan tepat demi keselamatan warganya,” jelas Dwikorita.
Dwikorita menegaskan, keselamatan publik adalah prioritas utama dari seluruh kerja sama ini. “Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan keselamatan masyarakat, nol korban, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Lihat Juga :