Sejarah Berdirinya TNI yang Berulang Tahun ke-80 Hari Ini
Minggu, 05 Oktober 2025 - 06:43 WIB
Ribuan prajurit TNI melakukan parade defile dalam gladi bersih HUT ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2025). Foto/Aldhi Chandra
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 pada hari ini, Minggu 5 Oktober 2025. HUT ke-80 TNI pada tahun ini mengusung tema "TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju".
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, kalimat TNI Prima bermakna bahwa para prajurit TNI akan bekerja secara profesional serta responsif.
"TNI Prima sesuai dengan visi Bapak Panglima TNI, saya itu memberikan gambaran bahwa di ulang tahunnya ke-80 ini, TNI akan selalu profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif," kata Freddy kepada wartawan di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: Penguatan Politik Militer Disorot Menjelang HUT Ke-80 TNI
Kemudian, 'TNI Rakyat' diambil dari jati diri prajurit yang berasal dari rakyat. "Kemudian TNI Rakyat diambil dari jati diri TNI, yaitu tentara rakyat, tentara berjuang, tentara profesional, kemudian tentara nasional," katanya.
Terakhir 'Indonesia Maju'. Ini merupakan komitmen TNI mewujudkan bangsa ini ke arah yang lebih positif. Sebab, selain menjaga pertahanan nasional, TNI juga hadir dalam operasi militer selain perang (OMSP), contohnya hadir ketika terjadi musibah di negeri ini.
"Indonesia Maju berarti, di samping kemampuan tempur, itu kemampuan dalam operasi militer selain perang itu mendukung seluruh program nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju," ujarnya.
Baca juga: Jelang HUT ke-80, TNI Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Monas
Berdasarkan informasi yang dibagikan di akun Instagram Puspen TNI, Puncak Acara HUT ke-80 TNI digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Silang Monas, Jakarta. Rangkaian acaranya antara lain Upacara Parade HUT TNI, Demonstrasi Gabungan Alutsista, dan Panggung Rakyat.
Sebelum menyandang nama Tentara Nasional Indonesia, militer Tanah Air terlebih dahulu dikenal sebagai Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang terbentuk pada tahun 1945. Pada saat itu, BKR di bawah kepemimpinan Dr. Sutomo dan Sjahrir.
BKR dibentuk hanya beberapa minggu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pembentukan organisasi ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi ketidakpastian dan ancaman terhadap keamanan nasional yang ada pada saat itu.
Anggota BKR adalah pejuang-pejuang kemerdekaan yang datang dari berbagai latar belakang dan kelompok. Ada yang merupakan mantan prajurit PETA, dan ada pula sukarelawan yang ingin berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama fase awal kemerdekaan.
Tak berselang lama, nama BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pembentukan TKR diumumkan melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, kalimat TNI Prima bermakna bahwa para prajurit TNI akan bekerja secara profesional serta responsif.
"TNI Prima sesuai dengan visi Bapak Panglima TNI, saya itu memberikan gambaran bahwa di ulang tahunnya ke-80 ini, TNI akan selalu profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif," kata Freddy kepada wartawan di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: Penguatan Politik Militer Disorot Menjelang HUT Ke-80 TNI
Kemudian, 'TNI Rakyat' diambil dari jati diri prajurit yang berasal dari rakyat. "Kemudian TNI Rakyat diambil dari jati diri TNI, yaitu tentara rakyat, tentara berjuang, tentara profesional, kemudian tentara nasional," katanya.
Terakhir 'Indonesia Maju'. Ini merupakan komitmen TNI mewujudkan bangsa ini ke arah yang lebih positif. Sebab, selain menjaga pertahanan nasional, TNI juga hadir dalam operasi militer selain perang (OMSP), contohnya hadir ketika terjadi musibah di negeri ini.
"Indonesia Maju berarti, di samping kemampuan tempur, itu kemampuan dalam operasi militer selain perang itu mendukung seluruh program nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju," ujarnya.
Baca juga: Jelang HUT ke-80, TNI Gelar Doa Bersama Lintas Agama di Monas
Berdasarkan informasi yang dibagikan di akun Instagram Puspen TNI, Puncak Acara HUT ke-80 TNI digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 di Silang Monas, Jakarta. Rangkaian acaranya antara lain Upacara Parade HUT TNI, Demonstrasi Gabungan Alutsista, dan Panggung Rakyat.
Sejarah TNI
Sebelum menyandang nama Tentara Nasional Indonesia, militer Tanah Air terlebih dahulu dikenal sebagai Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang terbentuk pada tahun 1945. Pada saat itu, BKR di bawah kepemimpinan Dr. Sutomo dan Sjahrir.
BKR dibentuk hanya beberapa minggu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pembentukan organisasi ini dilakukan sebagai respons terhadap situasi ketidakpastian dan ancaman terhadap keamanan nasional yang ada pada saat itu.
Anggota BKR adalah pejuang-pejuang kemerdekaan yang datang dari berbagai latar belakang dan kelompok. Ada yang merupakan mantan prajurit PETA, dan ada pula sukarelawan yang ingin berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama fase awal kemerdekaan.
Tak berselang lama, nama BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pembentukan TKR diumumkan melalui Dekrit Presiden tanggal 5 Oktober 1945.
Lihat Juga :