Capt Hakeng Lulusan Terbaik Universitas Bhayangkara Jaya, Soroti Tumpang Tindih Aturan Maritim
Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:34 WIB
Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Irjen Pol (Purn) Bambang Karsono menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian dari seluruh wisudawan hari ini. "Kepada para wisudawan, ingatlah bahwa wisuda hari ini adalah bukti perjalanan panjang, kerja keras dan doa dari kita semua. Gelar akademik bukan hanya simbol, tapi harus bisa dilanjutkan dengan pembuktian dalam segala bidang. Ilmu yang didapat harus bisa diaktualisasikan dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Jangan pernah berhenti belajar seumur hidup dan selalu berupaya menjadi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.
Menurut Hakeng, predikat wisudawan terbaik adalah sebuah amanah dan tanggung jawab besar, bukan tujuan akhir. Kelulusan adalah permulaan untuk membuktikan ilmu yang didapat bisa benar-benar diaplikasikan serta bermanfaat di tengah masyarakat.
Sebagai seorang pengamat maritim, dia memang secara khusus menyoroti kondisi hukum maritim di Indonesia. "Saya melihat potensi luar biasa Indonesia sebagai negara maritim, namun saya juga menyaksikan hukum seringkali belum sepenuhnya bisa dihadirkan untuk masyarakat pesisir dan para pelaut. Saatnya bagi hukum tidak hanya hidup di ruang sidang atau buku tebal, tapi hadir nyata di pelabuhan-pelabuhan kecil, di desa-desa nelayan, dan pulau-pulau terpencil," ungkap Hakeng.
Dia pun menyoroti 24 aturan tumpang tindih di dunia maritim Indonesia yang memerlukan kehadiran banyak begawan hukum untuk bisa segera diharmonisasi. Dia berkomitmen menjadikan ilmu yang didapatnya sebagai alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan maritim, memperkuat masyarakat pesisir, dan menata sistem hukum maritim yang lebih adil.
Dia mengajak seluruh alumni UBJ untuk membawa nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan pengabdian UBJ. "Mari kita harumkan nama almamater kita, bukan hanya dengan prestasi, tapi juga dengan pengabdian yang tulus. Bukan seberapa besar IPK kita yang dinantikan oleh masyarakat, tapi peran serta kita yang lebih ditunggu oleh bangsa ini," ujarnya.
Menurut Hakeng, predikat wisudawan terbaik adalah sebuah amanah dan tanggung jawab besar, bukan tujuan akhir. Kelulusan adalah permulaan untuk membuktikan ilmu yang didapat bisa benar-benar diaplikasikan serta bermanfaat di tengah masyarakat.
Sebagai seorang pengamat maritim, dia memang secara khusus menyoroti kondisi hukum maritim di Indonesia. "Saya melihat potensi luar biasa Indonesia sebagai negara maritim, namun saya juga menyaksikan hukum seringkali belum sepenuhnya bisa dihadirkan untuk masyarakat pesisir dan para pelaut. Saatnya bagi hukum tidak hanya hidup di ruang sidang atau buku tebal, tapi hadir nyata di pelabuhan-pelabuhan kecil, di desa-desa nelayan, dan pulau-pulau terpencil," ungkap Hakeng.
Dia pun menyoroti 24 aturan tumpang tindih di dunia maritim Indonesia yang memerlukan kehadiran banyak begawan hukum untuk bisa segera diharmonisasi. Dia berkomitmen menjadikan ilmu yang didapatnya sebagai alat perjuangan dalam menjaga kedaulatan maritim, memperkuat masyarakat pesisir, dan menata sistem hukum maritim yang lebih adil.
Dia mengajak seluruh alumni UBJ untuk membawa nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan pengabdian UBJ. "Mari kita harumkan nama almamater kita, bukan hanya dengan prestasi, tapi juga dengan pengabdian yang tulus. Bukan seberapa besar IPK kita yang dinantikan oleh masyarakat, tapi peran serta kita yang lebih ditunggu oleh bangsa ini," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :