Demo Ricuh Akhir Agustus, Pengamat: Polri Penjaga Rumah Besar Indonesia
Senin, 29 September 2025 - 10:22 WIB
Namun, ironsinya bangsa ini justru melupakannya dan memilih narasi sempit yang mereduksi peran Polri menjadi sekadar gagal dikarenakan ada nyawa melayang. Ia menegaskan tidak ada yang menafikan bahwa tewasnya seorang pengemudi ojek online adalah luka dan peristiwa itu tidak seharusnya terjadi.
"Tetapi apakah sebuah institusi yang menahan keruntuhan negara layak dihakimi hanya dari satu titik peristiwa? Sementara ratusan titik berhasil dalam meredam amuk massa diabaikan begitu saja?" ujarnya.
Ia menilai tak adil saat ribuan anggota Polri berjaga siang-malam, menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa tetapi ”disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal. "Di tengah kompleksitas tragedi yang melibatkan dugaan intervensi pihak eksternal, Polri justru dijadikan kambing hitam seolah-olah mereka penyebab, bukan penyelamat," tuturnya. Baca juga: Kapolri Tegaskan Tim Reformasi Polri Selaras dengan Komite Bentukan Presiden
Alih-alih mengucapkan terima kasih, justru muncul tuntutan politik yang ingin mengganti Kapolri. Bahkan ada wacana reformasi Polri yang berpotensi menempatkan kepolisian di bawah kementerian tertentu
“Ini berpotensi bahaya. Sebab sejarah sudah membuktikan, Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik,” tandasnya.
"Tetapi apakah sebuah institusi yang menahan keruntuhan negara layak dihakimi hanya dari satu titik peristiwa? Sementara ratusan titik berhasil dalam meredam amuk massa diabaikan begitu saja?" ujarnya.
Ia menilai tak adil saat ribuan anggota Polri berjaga siang-malam, menghadang provokator hingga mempertaruhkan nyawa tetapi ”disapu bersih oleh satu narasi bahwa mereka gagal. "Di tengah kompleksitas tragedi yang melibatkan dugaan intervensi pihak eksternal, Polri justru dijadikan kambing hitam seolah-olah mereka penyebab, bukan penyelamat," tuturnya. Baca juga: Kapolri Tegaskan Tim Reformasi Polri Selaras dengan Komite Bentukan Presiden
Alih-alih mengucapkan terima kasih, justru muncul tuntutan politik yang ingin mengganti Kapolri. Bahkan ada wacana reformasi Polri yang berpotensi menempatkan kepolisian di bawah kementerian tertentu
“Ini berpotensi bahaya. Sebab sejarah sudah membuktikan, Polri yang dikungkung di bawah kementerian adalah Polri yang kehilangan independensinya, yang tidak lagi bisa berdiri tegak sebagai pengayom masyarakat, melainkan hanya menjadi kepanjangan tangan politik,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :