Evita Nursanty Apresiasi Tiga Geopark Indonesia Raih Status Green Card dari UNESCO
Kamis, 11 September 2025 - 13:04 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mengapresiasi tiga geopark Indonesia berhasil meraih dan mempertahankan status green card atau kartu hijau dari UNESCO. Foto/SindoNews
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mengapresiasi tiga geopark Indonesia berhasil meraih dan mempertahankan status green card atau kartu hijau dari UNESCO . Ketiganya yakni, Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp), Rinjani Lombok UGGp, dan Ciletuh Pelabuhanratu UGGp.
”Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan dalam menjaga keberlanjutan geopark Indonesia. Status green card ini tidak hanya simbol pengakuan dunia terhadap kekayaan dan keindahan geologi kita, tetapi juga amanah besar untuk terus melestarikan kekayaan alam dan warisan budaya bangsa, serta membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Evita di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Kabar baik mengenai status green card untuk tiga geopark Indonesia ini merupakan hasil sidang UNESCO Global Geopark pada 6 September 2025 di Chile pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB pada 7 September 2025, dan telah pula disiarkan secara resmi dalam laman UNESCO, unesco.org. Informasi lain yang dihimpun juga menyebut, sertifikat UNESCO terkait hasil sidang ini akan diserahkan pada Maret 2026.
Baca juga: UNESCO Sahkan Green Card Geopark Toba, Anggota DPR Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Berdasarkan Zonasi
”Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras yang dilakukan dalam menjaga keberlanjutan geopark Indonesia. Status green card ini tidak hanya simbol pengakuan dunia terhadap kekayaan dan keindahan geologi kita, tetapi juga amanah besar untuk terus melestarikan kekayaan alam dan warisan budaya bangsa, serta membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Evita di Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Kabar baik mengenai status green card untuk tiga geopark Indonesia ini merupakan hasil sidang UNESCO Global Geopark pada 6 September 2025 di Chile pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB pada 7 September 2025, dan telah pula disiarkan secara resmi dalam laman UNESCO, unesco.org. Informasi lain yang dihimpun juga menyebut, sertifikat UNESCO terkait hasil sidang ini akan diserahkan pada Maret 2026.
Baca juga: UNESCO Sahkan Green Card Geopark Toba, Anggota DPR Ingatkan Pentingnya Tata Kelola Berdasarkan Zonasi
Lihat Juga :