Ekonomi Tumbuh 5,12%, Misbakhun: Sinyal Kembalinya Kepercayaan Publik
Selasa, 05 Agustus 2025 - 23:14 WIB
Ia memerinci sejumlah kebijakan yang dinilai berhasil mendorong kepercayaan publik. "Langkah-langkah yang aktif dalam memberantas biaya ekonomi tinggi serta penegakan hukum yang konsisten telah menciptakan keyakinan bahwa ekonomi nasional kini bergerak sesuai jalur yang diharapkan para pengambil kebijakan," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) ini.
Namun demikian, Misbakhun mengingatkan agar tren positif ini terus dijaga. Menurutnya, tantangan pada kuartal III-2025 tidak kalah besar dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Memasuki kuartal ketiga, pemerintah biasanya merelaksasi anggaran setelah mengevaluasi dua kuartal sebelumnya. Ditambah lagi, saat itu pemerintah sudah memiliki proyeksi yang lebih jelas terkait cadangan kas negara dari penerimaan pajak," ujarnya.
Misbakhun optimistis dengan situasi global, khususnya kepastian terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia, yang dikenal sebagai Trump's Tariff sebesar 19%. "Isu ketidakpastian tarif ini bisa dikondisikan dengan baik, sehingga pelaku usaha kini bisa membuat perencanaan bisnis dengan lebih pasti," katanya.
Selain itu, ia menyebut stabilitas kurs rupiah dan inflasi yang terkendali juga menjadi faktor pendukung. "Ini semua menjadi pendorong bahwa pada quarter yang akan datang, kita bisa menaruh harapan untuk lebih optimistis," katanya.
Namun demikian, Misbakhun mengingatkan agar tren positif ini terus dijaga. Menurutnya, tantangan pada kuartal III-2025 tidak kalah besar dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Memasuki kuartal ketiga, pemerintah biasanya merelaksasi anggaran setelah mengevaluasi dua kuartal sebelumnya. Ditambah lagi, saat itu pemerintah sudah memiliki proyeksi yang lebih jelas terkait cadangan kas negara dari penerimaan pajak," ujarnya.
Misbakhun optimistis dengan situasi global, khususnya kepastian terkait kebijakan tarif impor Amerika Serikat terhadap produk ekspor Indonesia, yang dikenal sebagai Trump's Tariff sebesar 19%. "Isu ketidakpastian tarif ini bisa dikondisikan dengan baik, sehingga pelaku usaha kini bisa membuat perencanaan bisnis dengan lebih pasti," katanya.
Selain itu, ia menyebut stabilitas kurs rupiah dan inflasi yang terkendali juga menjadi faktor pendukung. "Ini semua menjadi pendorong bahwa pada quarter yang akan datang, kita bisa menaruh harapan untuk lebih optimistis," katanya.
(abd)
Lihat Juga :