BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat Tajam hingga Awal Agustus, Khususnya Riau
Kamis, 24 Juli 2025 - 15:57 WIB
Kondisi kekeringan ini diperparah dengan terbatasnya pertumbuhan awan hujan, sehingga memperkecil peluang pemadaman melalui operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). “Hari ini awan sangat minim. Namun semalam, kami bersyukur bisa melakukan penyemaian hingga pukul 21.00 WIB untuk menabung air agar melembabkan lahan gambut,” ujar Dwikorita.
Dwikorita menambahkan, potensi keterbakaran lahan di Riau berada pada tingkat sangat tinggi sejak 23 hingga 24 Juli, menurun sementara di 25 dan 26 Juli, namun kembali meningkat di akhir bulan. BMKG juga mengingatkan agar data hotspot perlu dianalisis secara cermat.
Baca juga: 16 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Riau
“Tidak semua hotspot dari satelit luar negeri itu akurat. Bahkan ada yang hanya akibat refleksi panas permukaan, bukan dari kebakaran lahan,” jelasnya.
Dwikorita menegaskan, sistem satelit dalam negeri seperti SiPongi lebih bisa diandalkan karena mampu membedakan tingkat kepercayaan titik panas dan memantau secara real-time.
Dwikorita menambahkan, potensi keterbakaran lahan di Riau berada pada tingkat sangat tinggi sejak 23 hingga 24 Juli, menurun sementara di 25 dan 26 Juli, namun kembali meningkat di akhir bulan. BMKG juga mengingatkan agar data hotspot perlu dianalisis secara cermat.
Baca juga: 16 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla di Riau
“Tidak semua hotspot dari satelit luar negeri itu akurat. Bahkan ada yang hanya akibat refleksi panas permukaan, bukan dari kebakaran lahan,” jelasnya.
Dwikorita menegaskan, sistem satelit dalam negeri seperti SiPongi lebih bisa diandalkan karena mampu membedakan tingkat kepercayaan titik panas dan memantau secara real-time.
Lihat Juga :