Dihadiri 36 Negara, Indonesia Maritime Week 2025 Jadi Magnet Global
Kamis, 12 Juni 2025 - 13:57 WIB
Dalam 10 sesi panel utama, IMW 2025 membahas berbagai isu strategis dalam industri maritim. Beberapa topik utama antara lain panel “Advancing Asian Maritime: Connectivity, Digitalization and Sustainability” yang membahas masa depan industri maritim di kawasan Asia, serta panel “Decarbonizing Asia’s Maritime Industry” yang menyoroti rencana strategis dalam menciptakan praktik bisnis dan operasional maritim yang lebih ramah lingkungan. Seluruh sesi diskusi ini menghadirkan para pelaku industri dari sektor publik, swasta, hingga regulator, dengan tujuan mencari solusi konkret untuk masa depan industri maritim Asia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.
Selain melalui sesi panel, IMW 2025 juga menghadirkan 15 breakout session, yang menghadirkan berbagai narasumber penggiat industri maritim dalam dan luar negeri. Melalui sesi ini, para pengunjung dapat mendengarkan dan berdiskusi terkait berbagai topik, mulai dari kegiatan konservasi lingkungan dan fauna laut, pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap laut, upaya pemberdayaan pekerja perempuan, serta kiat-kiat menciptakan lapangan kerja maritim yang aman sesuai pedoman Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Secara keseluruhan, IMW 2025 menghadirkan 56 pembicara dari industri maritim global.
Salah satu topik yang menjadi sorotan di IMW 2025 adalah tentangan pengembangan pelabuhan di kawasan Indonesia timur. Keinginan menjadikan pelabuhan di Makassar sebagai hub ekspor utama di Indonesia Timur, yang diharapkan bisa mendorong dampak positif bagi Indonesia mulai dari memberikan perlindungan industri domestik, pemerataan pertumbuhan ekonomi, pengembangan jasa logistik lokal seiring dengan kenaikan volume angkutan dari timur Indonesia, dan penguatan industri pelayaran dan galangan kapal. Acara ini mengeksplorasi bagaimana penguatan pelabuhan regional bisa menjadi kunci dalam menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok maritim Asia.
Guna mendukung pengembangan sumber daya manusia maritim nasional yang unggul. IMW 2025 juga menghadirkan berbagai kesempatan bagi para kadet pelaut dari berbagai institusi pelayaran di Indonesia, untuk menjajaki karir di bidang maritim. Lebih lanjut, ajang IMW 2025 mencatatkan 4 penandatangan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan berbagai perusahaan, regulator, dan NGO. Membuktikan IMW 2025 sebagai wadah yang efektif untuk membangun masa depan industri maritim.
Dengan berakhirnya IMW 2025, para peserta dan penyelenggara berharap hasil dari forum internasional maritim pertama di Indonesia ini dapat menjadi katalisator nyata bagi perkembangan industri maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Saya berharap semoga Indonesia Maritime Week tidak hanya menjadi sekedar acara bertema maritim, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor maritim di Indonesia,” tutup Carmelita.
Selain melalui sesi panel, IMW 2025 juga menghadirkan 15 breakout session, yang menghadirkan berbagai narasumber penggiat industri maritim dalam dan luar negeri. Melalui sesi ini, para pengunjung dapat mendengarkan dan berdiskusi terkait berbagai topik, mulai dari kegiatan konservasi lingkungan dan fauna laut, pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap laut, upaya pemberdayaan pekerja perempuan, serta kiat-kiat menciptakan lapangan kerja maritim yang aman sesuai pedoman Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Secara keseluruhan, IMW 2025 menghadirkan 56 pembicara dari industri maritim global.
Salah satu topik yang menjadi sorotan di IMW 2025 adalah tentangan pengembangan pelabuhan di kawasan Indonesia timur. Keinginan menjadikan pelabuhan di Makassar sebagai hub ekspor utama di Indonesia Timur, yang diharapkan bisa mendorong dampak positif bagi Indonesia mulai dari memberikan perlindungan industri domestik, pemerataan pertumbuhan ekonomi, pengembangan jasa logistik lokal seiring dengan kenaikan volume angkutan dari timur Indonesia, dan penguatan industri pelayaran dan galangan kapal. Acara ini mengeksplorasi bagaimana penguatan pelabuhan regional bisa menjadi kunci dalam menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok maritim Asia.
Guna mendukung pengembangan sumber daya manusia maritim nasional yang unggul. IMW 2025 juga menghadirkan berbagai kesempatan bagi para kadet pelaut dari berbagai institusi pelayaran di Indonesia, untuk menjajaki karir di bidang maritim. Lebih lanjut, ajang IMW 2025 mencatatkan 4 penandatangan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan berbagai perusahaan, regulator, dan NGO. Membuktikan IMW 2025 sebagai wadah yang efektif untuk membangun masa depan industri maritim.
Dengan berakhirnya IMW 2025, para peserta dan penyelenggara berharap hasil dari forum internasional maritim pertama di Indonesia ini dapat menjadi katalisator nyata bagi perkembangan industri maritim, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Saya berharap semoga Indonesia Maritime Week tidak hanya menjadi sekedar acara bertema maritim, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor maritim di Indonesia,” tutup Carmelita.
(unt)
Lihat Juga :