Jokowi Maju Calon Ketum PSI, PPP: Bagus, Masak Bapak di Partai A, Anak Partai B, Mantu Partai C
Senin, 09 Juni 2025 - 16:21 WIB
"Kalau nanti memilih bergabung ke PSI itu hak politik beliau, lagipula sekarang anak beliau juga sudah menjadi Ketum PSI," katanya.
Dia menilai keputusan Jokowi tak gabung PPP telah sesuai dengan etika dan moral politik. Apalagi PSI dinakhodai anak Jokowi, Kaesang Pangarep.
"Dalam konteks etika dan moral politik itu sesuatu yang bagus, masak bapak di partai A lalu anak di partai B kemudian mantu atau cucu di partai C, itu sesuatu yang incredible," ujar Usman.
"Kami sangat yakin dan percaya beliau sebagai salah seorang tokoh bangsa negeri ini pasti memahami betul apa yang disebut dengan a society with diverse political systems and cultures," tambahnya.
PPP sejak dari lahir telah menggambarkan sebagai partai politik unik, memiliki kekhasannya sendiri. Salah satunya partai yang didirikan oleh para ulama Indonesia melalui fusi partai politik Islam tahun 1973 dan memperjuangkan kepentingan umat Islam Indonesia dan dunia.
Dia menilai keputusan Jokowi tak gabung PPP telah sesuai dengan etika dan moral politik. Apalagi PSI dinakhodai anak Jokowi, Kaesang Pangarep.
"Dalam konteks etika dan moral politik itu sesuatu yang bagus, masak bapak di partai A lalu anak di partai B kemudian mantu atau cucu di partai C, itu sesuatu yang incredible," ujar Usman.
"Kami sangat yakin dan percaya beliau sebagai salah seorang tokoh bangsa negeri ini pasti memahami betul apa yang disebut dengan a society with diverse political systems and cultures," tambahnya.
PPP sejak dari lahir telah menggambarkan sebagai partai politik unik, memiliki kekhasannya sendiri. Salah satunya partai yang didirikan oleh para ulama Indonesia melalui fusi partai politik Islam tahun 1973 dan memperjuangkan kepentingan umat Islam Indonesia dan dunia.
Lihat Juga :