Tebar 108 Ekor Kurban untuk Negeri, Kemendikdasmen: Wujud Kepedulian di Hari Raya Iduladha

Sabtu, 07 Juni 2025 - 08:02 WIB
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, juga memimpin Salat Iduladha 1446 H di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Di hadapan para pegawai, mitra, dan masyarakat sekitar, Wamendikdasmen menyampaikan khutbah dengan makna terdalam dari berkurban sebagai bentuk ketaatan tertinggi kepada Allah SWT dan keberanian untuk menyerahkan yang terbaik demi kebaikan bersama.

Atip membuka khutbah dengan kisah dua putra Nabi Adam—Habil dan Qabil—yang menjadi pelajaran abadi tentang keikhlasan dan ketakwaan. Dalam khutbahnya, ia juga menggarisbawahi keteladanan keluarga Nabi Ibrahim—sebuah narasi spiritual yang merekam puncak ketaatan, keikhlasan, dan visi kemanusiaan.

“Kurban sejati bukan tentang menyembelih hewan semata. Ini tentang keberanian memberi apa yang paling kita cintai karena Allah memerintahkannya, dan karena orang lain lebih membutuhkan. Ibrahim tidak meminta sesuatu untuk dirinya. Ia berdoa untuk generasi, untuk umat. Kurban adalah pengingat bahwa hidup kita bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan yang kita siapkan untuk orang lain,” jelas Atip dalam khutbahnya.

Menutup khutbahnya, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat mengingatkan bahwa hidup adalah rangkaian pengorbanan. Kurban sejati adalah memberikan yang terbaik yang kita miliki—bukan yang tersisa—karena orang lain mungkin jauh lebih membutuhkan daripada kita. Dan setiap kita, sesungguhnya telah dikaruniai kelebihan oleh Allah untuk berbagi.

Melalui momen Iduladha, Kemendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan mencakup lebih dari sekadar transfer ilmu; ia juga merupakan proses transformasi nilai, seperti pengorbanan dan kepedulian yang menjadi dasar pembentukan karakter dalam membentuk generasi bermutu.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!