Lewat Buku, Vita Balqis Kisahkan Cinderella dengan Sprit Berbeda

Selasa, 08 September 2020 - 11:02 WIB
"Yang mana yang harus Ia pilih? Cinta atau Ideologi? Bisakah Ia memilih keduanya? Yaitu paham cinta yang tak sederhana? Juga paham feminisme yang lebih fleksibel," katanya.( Baca juga: Denny JA Tuangkan 17 Tahun Kiprahnya sebagai Konsultan Politik lewat Buku )

Di era ini, menurut Vita, Cinderella lebih manusiawi. Ia dapat terjepit utang. Ia mungkin juga pernah tertipu cinta pria. Ia bisa saja terpaksa harus aborsi. Problem ini tak pernah ada dalam dongeng lama.

"Dari waktu ke waktu saya tuliskan kisah ini di media sosial sejak 2019. Tapi bagaimana Cinderella baru itu harus saya tulis? Dalam bentuk novel? Puisi? Atau cerpen? Tak didesain, kisah Cinderella itu terus saya tuliskan dalam bentuk puisi berseri. Saya menyebutnya Puri."

Menurut Vita, Cinderella berseri karena kisahnya berkembang dalam empat babak berbeda. Babak pertama siapa Cinderella dan harapannya. Babak kedua, ia jatuh cinta dan kesulitan dalam hidupnya. Babak ketiga, pertarungan ideologi dengan cinta. Babak keempat, Cinderella memilih cinta di atas ideologi.

"Puisi berseri ini saya persembahkan untuk cinta di hidup saya, Mr. VBD. Juga buku ini untuk mereka yang tak pernah lelah berjuang melawan segala kesulitan di dalam hidupnya. Jangan pernah membunuh cinta, karena tindakan itu sia sia. Dan jangan pernah padamkan harapan karena ia adalah api bagi sumbu kehidupan." tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!