Pakar Kepemiluan Jerman Sebut Alokasi Kursi Parlemen RI Langgar UU, Tawarkan Sistem Campuran

Jum'at, 23 Mei 2025 - 21:50 WIB
Fraksi Partai Golkar DPR menggelar FGD bertajuk Sistem Pemilu Campuran: Jalan Tengah untuk Mencapai Pemilu yang Berkualitas pada Jumat (23/5/2025). Diskusi ini membedah opsi reformasi sistem pemilu Indonesia. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Fraksi Partai Golkar DPR menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sistem Pemilu Campuran: Jalan Tengah untuk Mencapai Pemilu yang Berkualitas” pada Jumat (23/5/2025). FGD menghadirkan narasumber utama Pipit Rochijat Kartawidjaja, pakar sistem pemilu dunia dan pensiunan ASN Jerman.

Diskusi yang digelar secara daring dan luring ini membedah opsi reformasi sistem pemilu Indonesia, termasuk kemungkinan transisi ke sistem campuran seperti yang diterapkan di Jerman atau Jepang.



Ketua Fraksi Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, FGD ini sebagai forum untuk menggali opsi-opsi yang bisa diambil bila UU Pemilu direvisi. “Kita tidak ingin menawarkan obat yang lebih berbahaya dari penyakitnya. Kita tawarkan obat yang jitu untuk mengatasi penyakitnya,” ujarnya.

Baca juga: Ambang Batas Parlemen, Sistem Pemilu Diminta Dikaji Ulang

"Kita mengkaji semua opsi, tidak hanya satu opsi, mana yang terbaik untuk bangsa dan negara, yang muaranya untuk kesejahteraan rakyat," tambah Sekjen Partai Golkar itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!