Greg Poulgrain: Ketidakpuasan di Papua Dipicu Kegagalan Distribusi Kesejahteraan

Senin, 05 Mei 2025 - 23:51 WIB
Diskusi yang dimoderatori peneliti GREAT Institute Omar Thalib dihadiri kalangan akademisi dan politisi antara lain Dr. Indra Wardhana dari Pertamina University, Dr. Faisal Nurdin dan Dr. Rahmi Fitryani dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, peneliti isu Kashmir dari Belanda Laura Schuurmans, mantan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzy, politisi Golkar Dr. Poempida Hidayatulloh, dan politisi Partai Demokrat Dr. Nurhayati Assegaf, serta Jeremy Kight Diplomat dari Kedutaan Besar Amerika.

Dari kalangan pemerintah hadir Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Abdullah Rasyid, Staf Ahli Menteri Agama Prof. Iswandisyah Syahputra, dan Staf Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Dr. Hamka Hendra Noer, serta Poppy Dharsono dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) juga tampak hadir.

Syahganda Nainggolan ketika membuka diskusi mengatakan, “kutukan sumber daya alam” seperti yang dialami Indonesia di masa lalu dapat dikendalikan jika pemimpin Indonesia mempunyai leadership dan nasionalisme yang tinggi.

“Di era Prabowo, apa yang selama ini disebut sebagai ‘kutukan sumber daya alam’ diharapkan menjadi rahmat untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Syahganda.

Senada dengan Syahganda, Direktur Geopolitik GREAT Institute Teguh Santosa menambahkan di tengah dinamika politik global belakangan ini yang ditandai perang dagang antara AS dan China, pemerintah Indonesia terlihat ingin menciptakan kemandirian berorientasi kepentingan nasional dan di saat bersamaan tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara sahabat.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!