Profil Agum Gumelar, Jenderal Kopassus yang Tolak Wacana Wapres Gibran Dimakzulkan

Senin, 05 Mei 2025 - 18:35 WIB

Profil Agum Gumelar

Perjalanan militer Agum dimulai ketika masuk Akademi Militer Nasional Magelang tahun 1969. Keahliannya di bidang intelijen membuatnya dipercaya menjabat berbagai posisi strategis, termasuk di Kopassus dan Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN).

Kemampuan bahasa Mandarin yang dikuasainya berkat penugasan di Taiwan pada 1970-an menjadi nilai tambah dalam karier intelijennya. Pada 1987, kariernya makin menanjak dengan dipercaya menjabat Wakil Asintel Kopassus, kemudian Asintel Kasdam Jaya.

Ketika menjabat Staf Ahli Panglima ABRI tahun 1996 Agum mulai menunjukkan kedekatannya dengan dunia politik. Hubungannya dengan PDIP membuatnya dianggap sebagai salah satu simpatisan Megawati Soekarnoputri.

Tidak hanya dikenal sebagai perwira tinggi TNI AD, Agum juga menunjukkan kepedulian terhadap isu gender. Di era reformasi, namanya sempat diusulkan Aliansi Perempuan sebagai calon Panglima ABRI. Ini menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas kepemimpinannya.

Setelah pensiun dari militer, dia beralih ke dunia politik dengan menjadi Menteri Perhubungan era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!