Kendala EBT: Harga Belum Kompetitif, UU pun Tak Tuntas Tahun Ini
Senin, 07 September 2020 - 07:41 WIB
Dalam pengembangan EBT, pemerintah tidak berjalan sendirian. Putri dari Satya Widya Yudha itu mengatakan swasta pun harus berperan dalam pengembangan EBT di Tanah Air. Tinggal dibagi saja peran antara pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), dan swasta. Ia mencontoh peran swasta dalam pengembangan PLTS atap atau pemanfaatan solar panel di perumahan.
Dia menceritakan dalam sebuah rapat di Komisi VII, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakin akan memenuhi target 23 persen EBT pada 2025. Dyah sendiri menyatakan hal itu akan bisa terwujud jika sudah ada payung hukum dan kerja sama lintas sektor untuk merealisasikan target itu.
“Karena bukan hanya dari sisi harga (saja), kita punya kendala segi birokrasi, perizinan, dan lain-lain. Kita upayakan bisa memudahkan investor. Gimana caranya Indonesia menjadi investor friendly terhadap negara yang ingin berinvestasi EBT. Hal seperti itu yang bisa kita dorong ke depannya,” pungkasnya.
Dia menceritakan dalam sebuah rapat di Komisi VII, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakin akan memenuhi target 23 persen EBT pada 2025. Dyah sendiri menyatakan hal itu akan bisa terwujud jika sudah ada payung hukum dan kerja sama lintas sektor untuk merealisasikan target itu.
“Karena bukan hanya dari sisi harga (saja), kita punya kendala segi birokrasi, perizinan, dan lain-lain. Kita upayakan bisa memudahkan investor. Gimana caranya Indonesia menjadi investor friendly terhadap negara yang ingin berinvestasi EBT. Hal seperti itu yang bisa kita dorong ke depannya,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :