Tolak PHK Massal dan Gelar Pahlawan bagi Soeharto, Musisi Indie Ramaikan Aksi Hari Buruh di Jakarta

Kamis, 01 Mei 2025 - 22:18 WIB
“Salah satu yang mendorong kami turun dan bersolidaritas pada buruh adalah gelombang besar PHK saat ini. Negara harus menjamin hak mereka terpenuhi,” kata Usman yang kini aktif bersama band besutannya, Usman And The Blackstones.

Di tengah penampilannya, Usman mendesak negara untuk menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah perusahaan. Ia juga mendesak negara menarik rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto.



Baca juga: Polisi Tangkap 13 Orang dari Peringatan May Day di Depan DPR

“Hidup buruh! Indonesia berencana memberi gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. Apakah kita setuju Indonesia kembali ke zaman Orde Baru? Kita harus menolak rencana gelar pahlawan tersebut,” kata Usman.

Beberapa peserta Aksi membawa sejumlah bendera bertuliskan “Suharto bukan pahlawan” serta poster bertuliskan antara lain “tolak gelar pahlawan untuk Suharto”, “gelar pahlawan nasional lebih tepat untuk Marsinah.”

Setelah band Usman, band Methosa tampil membawakan lagu mereka berjudul “Logika Mati”, “Nasi Goreng”, dan “Bangun Orang Waras.” Mereka menyuarakan nasib buruh, petani, dan para guru yang tak sejahtera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!