Sistem Talun Khas Indonesia Ditampilkan di Amesterdam lewat Kopi
Jum'at, 28 Maret 2025 - 23:33 WIB
Roemah Indonesia BV menghadirkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara yang berpadu harmonis dengan tradisi lokal serta komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. FOTO/IST
JAKARTA - Roemah Indonesia BV untuk keempat kalinya turut serta dalam kegiatan Amsterdam Coffee Festival 2025 yang mengusung tema utama Kopi Keberlanjutan. Roemah Indonesia BV menghadirkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara yang berpadu harmonis dengan tradisi lokal serta komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan.
Berbasis pada praktik agroforestri berkelanjutan, Roemah Indonesia BV menampilkan sistem talun, sebuah bentuk kompleks agroforestri khas Indonesia yang telah teruji waktu. Model ini meniru ekosistem hutan alami dan menciptakan keseimbangan yang berkelanjutan karena kopi ditanam bersama beragam pohon dan tanaman lainnya, menjadi naungan alami bagi tanaman kopi.
"Talun terbukti efektif dalam menjaga regenerasi alami lahan, menekan deforestasi, melestarikan keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para petani lokal," tulis Roemah Indonesia BV dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/3/2025).
Selain mengangkat metode tanam berkelanjutan, Roemah Indonesia BV juga menghighlight proses pascapanen unik khas Indonesia sebagai solusi di tengah tantangan iklim, yaitu Giling Basah. Dalam proses ini, biji kopi dikupas dan dicuci sebelum dikeringkan, sehingga memungkinkan pengeringan yang lebih cepat dan efisien dalam kondisi curah hujan tinggi.
Berbasis pada praktik agroforestri berkelanjutan, Roemah Indonesia BV menampilkan sistem talun, sebuah bentuk kompleks agroforestri khas Indonesia yang telah teruji waktu. Model ini meniru ekosistem hutan alami dan menciptakan keseimbangan yang berkelanjutan karena kopi ditanam bersama beragam pohon dan tanaman lainnya, menjadi naungan alami bagi tanaman kopi.
"Talun terbukti efektif dalam menjaga regenerasi alami lahan, menekan deforestasi, melestarikan keanekaragaman hayati, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para petani lokal," tulis Roemah Indonesia BV dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/3/2025).
Selain mengangkat metode tanam berkelanjutan, Roemah Indonesia BV juga menghighlight proses pascapanen unik khas Indonesia sebagai solusi di tengah tantangan iklim, yaitu Giling Basah. Dalam proses ini, biji kopi dikupas dan dicuci sebelum dikeringkan, sehingga memungkinkan pengeringan yang lebih cepat dan efisien dalam kondisi curah hujan tinggi.
Lihat Juga :