Fathan Subchi Bentuk Kepengurusan Lintas Wilayah untuk Kuatkan Persatuan
Kamis, 27 Maret 2025 - 14:05 WIB
Dia pun menekankan pentingnya transparansi administrasi. “Pascalebaran, kami akan segera mendaftarkan susunan pengurus baru hasil rapat formatur ini ke Kementerian Hukum dan mengagendakan orientasi keorganisasian secara nasional,” kata Fathan.
Sementara itu, salah satu formatur yang mewakili wilayah Sulawesi Mulyadi Prayitno menjelaskan bahwa penyusunan kepengurusan ini membutuhkan keseimbangan antara senioritas, kapasitas akademik, dan representasi kewilayahan."Misalnya, saya diamanahi sebagai pengurus karena pengalaman saya dalam penguatan UMKM, sementara Mumin Refra dari Indonesia Timur membawa perspektif pembangunan wilayah tertinggal," imbuhnya.
Mulyadi mengatakan, tantangan terbesar dalam proses ini adalah menyatukan visi dari berbagai latar belakang. Akan tetapi, semangat kebersamaan berhasil mengalahkan ego sektoral. "Sumbangsih pemikiran dan gerakan sosial seluruh alumni, wajib dijadikan arus utama dalam gerak Langkah IKAPMII menjadi problem solver dari masalah kebangsaan dan kenegaraan yang sedang melanda Indonesia," jelasnya.
Fathan menegaskan bahwa agenda utama kepengurusan baru adalah mengoptimalkan peran alumni dalam gerakan sosial dan pemikiran strategis. Beberapa program prioritas mencakup advokasi perlindungan pekerja migran, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan pendidikan di daerah terpencil.
"Kami tidak ingin energi terkuras pada isu internal. Sebaliknya, kami fokus pada kontribusi nyata, seperti mendorong pemberdayaan alumni atau bersinergi dengan berbagai institusi," kata Fathan.
Sementara itu, salah satu formatur yang mewakili wilayah Sulawesi Mulyadi Prayitno menjelaskan bahwa penyusunan kepengurusan ini membutuhkan keseimbangan antara senioritas, kapasitas akademik, dan representasi kewilayahan."Misalnya, saya diamanahi sebagai pengurus karena pengalaman saya dalam penguatan UMKM, sementara Mumin Refra dari Indonesia Timur membawa perspektif pembangunan wilayah tertinggal," imbuhnya.
Mulyadi mengatakan, tantangan terbesar dalam proses ini adalah menyatukan visi dari berbagai latar belakang. Akan tetapi, semangat kebersamaan berhasil mengalahkan ego sektoral. "Sumbangsih pemikiran dan gerakan sosial seluruh alumni, wajib dijadikan arus utama dalam gerak Langkah IKAPMII menjadi problem solver dari masalah kebangsaan dan kenegaraan yang sedang melanda Indonesia," jelasnya.
Fathan menegaskan bahwa agenda utama kepengurusan baru adalah mengoptimalkan peran alumni dalam gerakan sosial dan pemikiran strategis. Beberapa program prioritas mencakup advokasi perlindungan pekerja migran, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan pendidikan di daerah terpencil.
"Kami tidak ingin energi terkuras pada isu internal. Sebaliknya, kami fokus pada kontribusi nyata, seperti mendorong pemberdayaan alumni atau bersinergi dengan berbagai institusi," kata Fathan.
Lihat Juga :