Satupena Gagas Gerakan Penulis Besar dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Kamis, 13 Maret 2025 - 20:49 WIB
12. Jawa Barat (Ketua: Antonius Wagiyo Topo Aji) → Joko Pinurbo

13. Sulawesi Selatan (Ketua: Rusdin Tompo) → Rahman Arge

Gerakan ini mengajak setiap provinsi untuk tidak hanya memilih nama penulis, tetapi juga untuk menggelar berbagai kegiatan yang menghormati mereka. Beberapa bentuk penghormatan yang diusulkan meliputi seminar tentang kehidupan dan karya penulis, pameran atau peluncuran ulang karya-karya mereka, pembacaan puisi atau cerpen, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas sastra setempat.

Sebelumnya, Satupena juga telah meluncurkan program "100 Buku yang Membentuk Indonesia," yang mencakup karya-karya sastra penting dari berbagai era, mulai dari Habis Gelap Terbitlah Terang karya RA Kartini hingga Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Program tahunan lainnya termasuk penghargaan kepada penulis, talk show, dan dokumentasi proses kreatif lebih dari 100 penulis.

Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk era Artificial Intelligence (AI), Denny JA mengingatkan bahwa sastra adalah napas kehidupan yang tidak bisa direplikasi oleh mesin. “Sastra lahir dari pengalaman manusia, dari perasaan yang tak bisa sepenuhnya direplikasi oleh kecerdasan buatan,” jelasnya.

Gerakan ini dikendalikan oleh pengurus Satupena, yaitu Jonminofri sebagai Ketua Harian, Satrio Arismunandar sebagai Sekjen, dan Aji Sulaeman sebagai Bendahara. Mereka berkomitmen agar Satupena tetap menjadi lembaga yang menjaga dan merayakan warisan intelektual bangsa, dari Aceh hingga Papua.

Pada akhirnya, perayaan ini bukan hanya penghormatan terhadap penulis-penulis besar yang telah tiada, tetapi juga sebagai komitmen untuk masa depan sastra Indonesia. “Seorang penulis boleh tiada, tetapi kata-katanya akan terus mengembara,” tutup Denny JA.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!