Ganjil-Genap Sebabkan Angka Positif Covid-19 Melonjak Tajam

Kamis, 03 September 2020 - 16:50 WIB
Karena itu, dia menegaskan, pihaknya meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi kembali kebijakan ganjil-genap tersebut agar kerumunan-kerumunan ini tidak terjadi. “Ini yang menjadi permintaan kami ke pemda DKI untuk melakukan evaluasi, upaya mengurangi kerumunan bisa terlaksana,” ujar Doni.

Selain itu, sambung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu, pihaknya juga berupaya mengumpulkan data dari pasien yang dirawat di Rumah Sakit Wisma Atlet. Ada 944 pasien yang dirawat di sana dan mereka yang terpapar Covid-19, 62%-nya merupakan pengguna jasa transportasi umum.

“Dan kami sudah mengingatkan kepada Kemenpan-RB dan Kementerian BUMN untuk membatasi bahkan harus mencegah karyawannya yang menggunakan transportasi publik,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR M Ali Ridha juga melihat bahwa kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta ini meningkatkan pengguna transportasi umum. Bahkan, dia melihat sendiri bahwa transportasi umum seperti mengabaikan adanya pandemi Covid-19. “Saya coba naikin transportasi umum, seperti normal kembali. Seperti tidak ada Covid,” ungkap politikus Partai Golkar itu.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!