Kasus Pencurian dan Perusakan Alat Monitor Gempa dan Peringatan Dini Tsunami Marak
Sabtu, 15 Februari 2025 - 19:10 WIB
BMKG menyebut terjadi 10 kasus pencurian dan perusakan alat monitor gempa dan peringatan dini tsunami. Foto/SindoNews
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan ( BMKG ) menyebut terjadi 10 kasus pencurian dan perusakan alat monitor gempa dan peringatan dini tsunami. Kasus pencurian tersebut terjadi sepanjang 2015-2025.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan kasus tersebut banyak terjadi di daerah Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Garut, Jawa Barat.
"Dalam catatan BMKG sejak 2015 telah terjadi setidaknya sebanyak 10 kali kasus pencurian dan perusakan terhadap peralatan monitoring gempa dan peringatan dini tsunami yang dikelola BMKG," kata Daryono, Sabtu (15/2/2025)
Baca juga: Efisiensi Hanya untuk Menghilangkan Lemak dalam Belanja APBN, Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan kasus tersebut banyak terjadi di daerah Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Garut, Jawa Barat.
"Dalam catatan BMKG sejak 2015 telah terjadi setidaknya sebanyak 10 kali kasus pencurian dan perusakan terhadap peralatan monitoring gempa dan peringatan dini tsunami yang dikelola BMKG," kata Daryono, Sabtu (15/2/2025)
Baca juga: Efisiensi Hanya untuk Menghilangkan Lemak dalam Belanja APBN, Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas
Lihat Juga :