Dirut BPJS Kesehatan Jamin Tidak Akan Bangkrut dan Gagal Bayar sampai 2025
Selasa, 11 Februari 2025 - 12:31 WIB
"Nah untuk kami sampaikan aset neto, minimal menurut PP Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2018 berbagi itu perbaikan dari PP 87 tahun 2013, itu BPJS disebut sehat kalau mampu membayar klaim 1,5 bulan atau 1,5 bulan klaim itu mampu tapi enggak boleh uangnya terlalu banyak enggak boleh, ini kalau swasta boleh, ini enggak boleh, maksimum 6 bulan klaim gitu," kata Ghufron.
"Jadi artinya apa enggak banyak uang yang nganggur gitu. Nah itu sekarang ini tahun 2025, BPJS sekarang ini ya, saat ini saya ngomong ini adalah sehat. Kenapa sehat? Karena kita punya uang sekitar Rp49,5 triliun ya, itu aset neto-nya atau dengan kata lain kita bisa membayar 3,7 bulan klaim bukan satu setengah, bukan, tapi 3,4 bulan," ujarnya.
Ghufron pun mengatakan jika pendapatan BPJS tidak sebanding dengan pengeluaran maka potensi defisit itu ada. Meskipun ada proyeksi bahwa klaim akan melebihi pendapatan pada 2025, dia tetap optimistis BPJS Kesehatan dapat bertahan dengan perencanaan yang matang dan intervensi yang tepat.
"Nah ini untuk diketahui income-nya tetap atau inflasinya tidak sebanding dengan pengeluaran suatu ketika pasti enggak cukup, untuk itulah perlu strategi-strategi," pungkasnya.
"Jadi artinya apa enggak banyak uang yang nganggur gitu. Nah itu sekarang ini tahun 2025, BPJS sekarang ini ya, saat ini saya ngomong ini adalah sehat. Kenapa sehat? Karena kita punya uang sekitar Rp49,5 triliun ya, itu aset neto-nya atau dengan kata lain kita bisa membayar 3,7 bulan klaim bukan satu setengah, bukan, tapi 3,4 bulan," ujarnya.
Ghufron pun mengatakan jika pendapatan BPJS tidak sebanding dengan pengeluaran maka potensi defisit itu ada. Meskipun ada proyeksi bahwa klaim akan melebihi pendapatan pada 2025, dia tetap optimistis BPJS Kesehatan dapat bertahan dengan perencanaan yang matang dan intervensi yang tepat.
"Nah ini untuk diketahui income-nya tetap atau inflasinya tidak sebanding dengan pengeluaran suatu ketika pasti enggak cukup, untuk itulah perlu strategi-strategi," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :