Jebolan Akmil 90-an yang Sukses Jadi Danjen Kopassus, Nomor 1 dan 6 Peraih Adhi Makayasa

Senin, 03 Februari 2025 - 06:22 WIB
Setelah menjabat Danrem 061/Surya Kencana kariernya semakin moncer. Mohamad Hasan kemudian diangkat menjadi Wadanjen Kopassus periode 2019-2020. Puncaknya, ia menduduki kursi nomor satu di satuan Baret Merah, yakni Danjen Kopassus (2020-2021) yang kala itu menggantikan Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang dipercaya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.

Mohamad Hasan kemudian menjadi Pangdam Jaya pada Maret 2023 menggantikan Mayjen TNI Untung Budiharto. Ketika diangkat menjadi Pangdam Iskandar Muda pada 9 Desember 2021, Mohamad Hasan bahkan memecahkan rekor sebagai Pangdam termuda di Indonesia.

Pemilik brevet Special Operator Insignia (US Marine Corps) itu kemudian mendapat promosi menjadi Pangkostrad, sekaligus menambah satu bintang di pundaknya menjadi Letjen TNI, pada 24 Juli 2024. Dan sejak 30 Desember 2024, Mohamad Hasan digeser menjadi Dankodiklat TNI AD.



3. Letjen TNI Wido Prasetijono

Letjen TNI Widi Prasetijono saat ini mengemban amanat sebagai Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan). Widi merupakan abituren Akmil 1993 dari satuan Infanteri Kopassus yang tercatat pernah menjadi orang nomor 1 di Korps Baret Merah Kopassus.

Jenderal TNI kelahiran kelahiran Trenggalek, Jawa Timur 4 Juni 1971 ini menduduki banyak jabatan strategis selama berkarier di Korps Baret Merah Kopassus maupun di institusi TNI.

Widi mengawali karier militernya di pasukan elite TNI AD tersebut. Awalnya Widi menjabat sebagai Pama di Pussenif, tak lama kemudian menjadi Danunit Grup 2 Kopassus pada 1995. Selanjutnya Danunit Yon 22 Grup 2 Kopassus, Dansubtim Yon 22 Grup 2 Kopassus.

Selain itu, dia juga dipercaya menjadi Dantim Yon 22 Grup 2 Kopassus, Kasilog Grup 1 Kopassus Wadanyon 11 Grup 1 Kopassus. Widi kemudian diangkat menjadi Danyonif 400/Raider, lalu Pabandya Ops Sopsdam IV/Diponegoro.

Setelah itu, dia dipercaya memimpin territorial sebagai Dandim 0735/Surakarta selama setahun dari 2011-2012. Kemudian, Pabandya 1/Pampa Spaban II/Pampers Spamad. Kariernya terus meningkat, Widi dipercaya menjadi Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada 2014—2016. Setelah berada di ring satu Istana selama dua tahun, dia dipercaya mengemban tugas sebagai Danrindam III/Siliwangi, kemudian Danrem 074/Warastratama.

Widi kemudian dimutasi menjadi Danrem 091/Aji Surya Natakesuma. Jabatan baru ini membuatnya pecah bintang dan masuk dalam daftar Perwira Tinggi (Pati) TNI AD. Dari situ Widi diangkat menjadi Kasdam IV/Diponegoro selama dua tahun.

Widi kemudian kembali ke kesatuan yang membesarkannya sebagai Danjen Kopassus menggantikan Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa. Jabatan itu diembannya pada 2022. Jabatannya sebagai orang nomor satu di Kopassus membuat bintang emas di pundaknya bertambah menjadi 2 atau Mayjen TNI.

Tak lama kemudian dia diangkat menjadi Pangdam IV/Diponegoro. Karier militernya terus meningkat, Widi selanjutnya mendapat promosi jabatan menjadi Dankodiklatad sebelum akhirnya menjadi Dosen Tetap Unhan.

4. Letjen TNI Iwan Setiawan

Letjen TNI Iwan Setiawan juga merupakan lulusan Akmil 1990-an yang pernah menduduki jabatan Danjen Kopassus. Saat ini Iwan menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) menggantikan Letjen TNI Teguh Muji Angkasa yang beralih menjadi Dosen Tetap Universitas Pertahanan (Unhan).

Penunjukan Iwan Setiawan menjadi Danpussenif tertuang dalam Surat Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1545/XII/2024 tanggal 6 Desember 2024 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Iwan Setiawan lahir di Bandung, 16 Februari 1968. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1992 dari kecabangan infanteri Kopassus. Pada catatan kariernya, Iwan banyak berdinas di Korps Baret Merah.

Sempat menjadi Danunit Grup 2/Parako Kopassus (1993-1995), ia kemudian mengisi beberapa jabatan lain seperti Dansubtim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus (1995-1996), Dantim 5/2/13 Grup 1/Parako Kopassus (1996-1998), Danki 1/13 Grup 1/Parako Kopassus (1998-2000), Palat Sima Denma Grup 1/Parako Kopassus (2000-2002).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!