Dukung Kebijakan Pemerintah, Ditjen Bimas Buddha Pacu Transformasi Kelembagaan

Senin, 30 Desember 2024 - 10:57 WIB
Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi menegaskan, program-program strategis yang dirancang Ditjen Bimas Buddha bertujuan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. FOTO/IST
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama terus melakukan berbagai langkah strategis guna mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pelayanan di bidang keagamaan dan pendidikan, sejalan dengan Delapan Pesan Menteri Agama terkait program Kementerian Agama tahun 2025.

Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi menegaskan, program-program strategis yang dirancang Ditjen Bimas Buddha bertujuan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satu langkah utama adalah mengawal proses pemekaran Direktorat Urusan dan Pendidikan Agama Buddha menjadi dua direktorat, yaitu Direktorat Urusan Agama Buddha dan Direktorat Pendidikan Keagamaan Buddha.



"Pemekaran ini sejalan dengan arahan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya transisi kelembagaan agar Kementerian Agama semakin fokus dan efektif dalam pembinaan umat," ujar Supriyadi saat ditemui di Jakarta, Senin (30/12/2024).

Transformasi kelembagaan juga dilakukan melalui rencana perubahan dua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) menjadi institut, yakni STABN Raden Wijaya di Wonogiri, Jawa Tengah, dan STABN Sriwijaya di Tangerang, Banten. Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan tinggi serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Supriyadi menjelaskan bahwa proses ini telah diawali dengan assessment lapangan oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama pada November dan Desember 2024. "Diharapkan hasil assessment ini akan menjadi dasar diterbitkannya Surat Keputusan perubahan bentuk STABN," katanya.

Sebagai bagian dari persiapan, STABN Raden Wijaya telah memulai pembangunan gedung layanan pendidikan baru di Mondromino sejak Agustus 2024. Gedung tersebut mencakup rektorat, Fakultas Dharmacarya dan Dharmaduta, laboratorium keagamaan, serta perpustakaan. Pada 2025, anggaran sebesar Rp74 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung layanan pendidikan di kedua STABN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!