Pakar Polimer ITB Minta Isu BPA Tak Dipakai untuk Persaingan Usaha

Rabu, 04 Desember 2024 - 22:07 WIB
Dia menegaskan galon kuat polikarbonat itu bukan BPA, tapi bahannya dari BPA. Menurutnya, itu dua hal yang berbeda. Tapi demi persaingan usaha, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan isu bahwa galon kuat polikarbonat itu disamakan dengan BPA.

"Polikarbonat itu dijamin 100% aman. Tapi kalau BPA itu memang banyak yang mengatakan karsinogenik. Tapi, polikarbonat dan BPA itu merupakan dua karakteristik yang berbeda," ujarnya.

Apalagi terkait migrasi BPA yang ada di dalam bahan kemasan polikarbonat itu sudah jelas-jelas diatur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ada ambang batas amannya.

Dia juga menjelaskan BPA ada di mana-mana, tanah, air, dan udara. Di ikan segar malah kadar BPA-nya sampai 13.000 mikrogram atau 13 mg. "Sementara BPOM menetapkan ambang batas aman migrasi BPA itu di angka 0,6 bpj, sangat jauh dari yang ada pada ikan segar. Jadi, jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelaslah yang membuat hidup kita jadi susah," ujarnya.

Zainal tidak habis pikir mendengar ada pakar-pakar kimia dan farmasi serta kesehatan yang menyampaikan adanya bahaya kesehatan seperti kanker, kemandulan, dan lain-lain, saat mengonsumsi air minum dalam kemasan galon kuat polikarbonat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!