Tingkat Kesukaan Masyarakat pada Prabowo Subianto Capai 90%
Selasa, 22 Oktober 2024 - 20:40 WIB
Baca juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat yang Dilantik Presiden Prabowo 22 Oktober 2024, Ada Raffi Ahmad
Pendukung Anies-Muhaimin, 71,4% tetap suka dengan personaliti Prabowo. Sementara pendukung Ganjar-Mahfud, sebesar 68,4% menyatakan suka dengan karakter Prabowo. "Mengapa pesona Prabowo makin kuat dan makin disukai? LSI Denny JA menemukan ada 3 alasan," kata Ardian Sopa.
Pertama, lanjutnya, karena karakter Prabowo yang dikenal sebagai tipe coalition builder. Pascapilpres, saat penetapan capres-cawapres terpilih di Kantor KPU, Prabowo berpidato mengajak semua pihak untuk bersatu. Ketika kalah pada pilpres 2019, Prabowo bersedia diajak masuk membantu pemerintahan Jokowi.
Hal ini juga terlihat dari upaya Prabowo merangkul semua pihak termasuk yang berlawanan dengannya pada Pilpres 2024 untuk masuk dalam kabinetnya. "Karakter personal Prabowo yang merangkul banyak pihak disenangi oleh mayoritas publik yang mengutamakan kebersamaan dan kerukunan," katanya.
Kedua, Prabowo menerapkan prinsip satu musuh terlalu banyak 1.000 kawan terlalu sedikit. Dalam sejumlah pernyataan publik, Prabowo sering kali mengatakan jika dicemooh, balas dengan kebaikan. Jika ada di posisi atas, selalu ingat yang ada di bawah.
Tak hanya ucapan, selama kampanye Pilpres 2024, Prabowo juga terlihat menghindari sikap menyerang lawan secara terbuka, tak emosional jika dikritik, membalas cemoohan dengan senyuman, dan lebih riang gembira. "Sikap ini terbukti membantu mengubah image Prabowo, dan meningkatkan kesukaan pemilih," kata Ardian Sopa.
Ketiga, era bulan madu. Setiap pemimpin di awal pemerintahannya selalu berada di fase bulan madu dengan rakyatnya. Masa awal pemerintahan hingga 100 hari selalu pada titik ini, ada bonus kecintaan dan ekspektasi menjulang tinggi.
Pendukung Anies-Muhaimin, 71,4% tetap suka dengan personaliti Prabowo. Sementara pendukung Ganjar-Mahfud, sebesar 68,4% menyatakan suka dengan karakter Prabowo. "Mengapa pesona Prabowo makin kuat dan makin disukai? LSI Denny JA menemukan ada 3 alasan," kata Ardian Sopa.
Pertama, lanjutnya, karena karakter Prabowo yang dikenal sebagai tipe coalition builder. Pascapilpres, saat penetapan capres-cawapres terpilih di Kantor KPU, Prabowo berpidato mengajak semua pihak untuk bersatu. Ketika kalah pada pilpres 2019, Prabowo bersedia diajak masuk membantu pemerintahan Jokowi.
Hal ini juga terlihat dari upaya Prabowo merangkul semua pihak termasuk yang berlawanan dengannya pada Pilpres 2024 untuk masuk dalam kabinetnya. "Karakter personal Prabowo yang merangkul banyak pihak disenangi oleh mayoritas publik yang mengutamakan kebersamaan dan kerukunan," katanya.
Kedua, Prabowo menerapkan prinsip satu musuh terlalu banyak 1.000 kawan terlalu sedikit. Dalam sejumlah pernyataan publik, Prabowo sering kali mengatakan jika dicemooh, balas dengan kebaikan. Jika ada di posisi atas, selalu ingat yang ada di bawah.
Tak hanya ucapan, selama kampanye Pilpres 2024, Prabowo juga terlihat menghindari sikap menyerang lawan secara terbuka, tak emosional jika dikritik, membalas cemoohan dengan senyuman, dan lebih riang gembira. "Sikap ini terbukti membantu mengubah image Prabowo, dan meningkatkan kesukaan pemilih," kata Ardian Sopa.
Ketiga, era bulan madu. Setiap pemimpin di awal pemerintahannya selalu berada di fase bulan madu dengan rakyatnya. Masa awal pemerintahan hingga 100 hari selalu pada titik ini, ada bonus kecintaan dan ekspektasi menjulang tinggi.