Jokowi Resmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Wahidin Sudirohusodo
Jum'at, 06 September 2024 - 23:29 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Foto/SINDOnews/raka dwi novianto
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Gedung baru ini memiliki fasilitas modern yang dirancang untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas yang dimiliki gedung tersebut. “Saya tadi masuk ke Gedung Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Sudirohusodo tidak seperti masuk ke sebuah rumah sakit, tapi seperti masuk hotel bintang lima. Suasananya, ruangannya, penataan interior dan mebelnya semuanya sangat modern,” katanya, Jumat (6/9/2024).
Gedung pelayanan kesehatan ini terdiri dari 8 lantai dan 1 semibasemen dengan kapasitas 263 tempat tidur, termasuk ruang rawat inap dan intensive care yang didedikasikan untuk ibu dan anak. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp456 miliar, ditambah Rp239 miliar untuk peralatan kesehatan yang modern dan canggih, serta Rp17 miliar untuk pengembangan SDM.
Baca juga: BKKBN Sebut Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengapresiasi kualitas bangunan dan fasilitas yang dimiliki gedung tersebut. “Saya tadi masuk ke Gedung Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Sudirohusodo tidak seperti masuk ke sebuah rumah sakit, tapi seperti masuk hotel bintang lima. Suasananya, ruangannya, penataan interior dan mebelnya semuanya sangat modern,” katanya, Jumat (6/9/2024).
Gedung pelayanan kesehatan ini terdiri dari 8 lantai dan 1 semibasemen dengan kapasitas 263 tempat tidur, termasuk ruang rawat inap dan intensive care yang didedikasikan untuk ibu dan anak. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp456 miliar, ditambah Rp239 miliar untuk peralatan kesehatan yang modern dan canggih, serta Rp17 miliar untuk pengembangan SDM.
Baca juga: BKKBN Sebut Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi
Lihat Juga :