Waka BRIN Tinjau Observatorium Nasional Terbesar se-Asia Tenggara di NTT

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 17:23 WIB
Menurut Waka BRIN, riset astronomi ini untuk memantau dan menilai pengaruh konstelasi tata surya terhadap perilaku cuaca di bumi. Hasil riset dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai periodisasi musim tanam meningkatkan produksi pangan di bumi, mengantisipasi gangguan gelombang elektromagnetik di atmosfir, perubahan iklim yang ekstrim, potensi bencana, dan lain sebagainya.

"Hasil riset juga dapat dimanfaatkan untuk mengoreksi posisi satelit yang berada di orbitnya, bahkan memantau kondisi kesehatan satelit setiap saat," katanya.

Sebagai Stasiun Pengendali Utama Teleskop, maka Observatorium Nasional Timau dilengkapi dengan fasilitas Stasiun Pengendali Tambahan Teleskop yang berlokasi di Kupang.

Stasiun Pengendali Tambahan ini juga berfungsi sebagai penerima data satelit secara optik karena wilayah Kupang memiliki keuntungan langit cerah dengan tingkat Tutupan Awan 10% rata-rata sepanjang tahun.

Waka BRIN menekankan kepada para periset untuk menyiapkan skema dan mekanisme teknis agar Stasiun Pengendali Utama Teleskop Timau dan Stasiun Pengendali Tambahan Teleskop Kupang, dapat diintegrasikan ke dalam jaringan Stasiun Bumi Satelit yang sudah tergelar di Bukit Tinggi, Bogor, Pare-pare, dan Biak.

Saat ini pembangunan kubah, gedung utama, dormitory, dan cermin pendukung kedua telah memasuki tahap akhir sedangkan pemasangan rangkaian teleskop optik 3,8 meter memasuki tahapan instalasi cermin utama dan cermin pendukung ketiga beserta satu kamera optik dan satu kamera infra merah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!