Fraksi PAN Pertanyakan Anggaran Kesehatan Turun Drastis di 2021

Selasa, 25 Agustus 2020 - 17:41 WIB
“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga yang patut di contoh, di mana keberhasilan dalam penanganan Covid-19 berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (Baca juga: DPR Apresiasi Upaya Menteri BUMN dan Menlu Hadirkan Vaksin Corona)

Karena itu, Fraksi PAN menyayangkan bahwa stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang kesehatan yang nilainya hanya Rp25,4 triliun di R-APBN 2021, besaran itu turun secara drastis dari Rp87,55 triliun pada APBN 2020. Selain merujuk tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, R-APBN 2021 belum mengalokasikan anggaran untuk biaya produksi vaksin dan obat Covid-19 serta biaya vaksinasinya.

“Dengan asumsi bahwa 70% masyarakat Indonesia perlu divaksinasi dan di antaranya terdapat sekitar 26 juta warga miskin, sejatinya pemerintah mampu mengestimasi besaran pengeluaran pemerintah di tahun depan,” terang Jon.

Vaksin merupakan game changer yang bisa mengembalikan kehidupan semua warga Indonesia bahkan dunia untuk bangkit dari pandemi ini. Sehingga, pihaknya meminta pemerintah mengevaluasi anggaran kesehatan tersebut. “Oleh karena itu, Fraksi PAN mendesak agar pemerintah melakukan evaluasi atas belanja Kesehatan di RAPBN 2021,” tandasnya.
(nbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!