Anies Terancam Gagal Maju Pilkada Jakarta, Pengamat Singgung Orientasi dan Politicall Will Parpol
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 16:01 WIB
"Pak Anies melihat kepentingan warga Jakarta lebih penting direspons, misalnya dalam konteks misalnya mengembalikan bahagia warganya, maju kotanya. Tapi, bagi partai-partai yang dikedepankan adalah apa yang didapat oleh partai-partai," kata Robi kepada SINDOnews, Jumat (9/8/2024).
Baca Juga: Jubir Sebut Anies Baswedan Masih Didukung DPW PKS, Nasdem, dan PKB Jakarta
Salah satu contohnya, kata Robi, adalah PKS. "Kan PKS sederhana. Kepentingan untuk kadernya jadi cagub-cawagub itu lebih utama dibanding kepentingan warga Jakartanya. Mungkin partai-partai yang lain juga sama," ujar Robi.
Padahal, kata Robi, jika political will itu kuat dan istikamah dari awal, PKS, Nasdem, dan PKB itu tidak susah untuk mengusung Anies karena sudah cukup jumlah kursinya. PKS memiliki 18 kursi DPRD Jakarta, Partai Nasdem 11 kursi, dan PKB 10.
Jumlah 39 kursi DPRD Jakarta dari ketiga parpol itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung Anies. Diketahui, jumlah minimal parpol atau gabungan parpol mengusung pasangan calon adalah sebanyak 22 kursi DPRD Jakarta. "Tapi yang terjadi adalah semuanya bersilat panggung," kata Robi.
Robi pun mengingatkan bahwa rakyat rakyat tidak bodoh untuk melihat hal seperti itu. Rakyat sudah cerdas.
Menurutnya, sikap partai politik terkait Pilkada Jakarta ini berkonsekusi pada harapan publik, yang pada akhirnya memunculkan kepercayaan atau ketidakpercayaan publik kepada partai-partai tersebut.
Baca Juga: Jubir Sebut Anies Baswedan Masih Didukung DPW PKS, Nasdem, dan PKB Jakarta
Salah satu contohnya, kata Robi, adalah PKS. "Kan PKS sederhana. Kepentingan untuk kadernya jadi cagub-cawagub itu lebih utama dibanding kepentingan warga Jakartanya. Mungkin partai-partai yang lain juga sama," ujar Robi.
Padahal, kata Robi, jika political will itu kuat dan istikamah dari awal, PKS, Nasdem, dan PKB itu tidak susah untuk mengusung Anies karena sudah cukup jumlah kursinya. PKS memiliki 18 kursi DPRD Jakarta, Partai Nasdem 11 kursi, dan PKB 10.
Jumlah 39 kursi DPRD Jakarta dari ketiga parpol itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung Anies. Diketahui, jumlah minimal parpol atau gabungan parpol mengusung pasangan calon adalah sebanyak 22 kursi DPRD Jakarta. "Tapi yang terjadi adalah semuanya bersilat panggung," kata Robi.
Robi pun mengingatkan bahwa rakyat rakyat tidak bodoh untuk melihat hal seperti itu. Rakyat sudah cerdas.
Menurutnya, sikap partai politik terkait Pilkada Jakarta ini berkonsekusi pada harapan publik, yang pada akhirnya memunculkan kepercayaan atau ketidakpercayaan publik kepada partai-partai tersebut.
Lihat Juga :