Kikis Primordialisme dengan Perkuat Rasa Persatuan Nasional

Selasa, 25 Agustus 2020 - 02:27 WIB
Anak muda harus menjadi garda utama dan terdepan dalam membangun toleransi karena anak muda adalah pemimpin masa depan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
JAKARTA - Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah dinilai sebagai titik awal kebangkitan peradaban Islam. Dengan semangat hijrah, bukan hanya secara fisik, tapi perubahan cara pandang berbangsa dari arah primordialisme dan politik identitas yang menyekat menuju nasionalisme yang mengikat kebersamaan.

Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) Siti Musdah Mulia mengatakan dalam menyambut 75 tahun Indonesia merdeka, sudah seharusnya setiap warga bangsa menggalang persatuan dan kesatuan nasional untuk mengikis cara pandang primordialisme, serta politik identitas yang dapat mengarah kepada intoleransi dan radikalisme.



“Kita harus gembira menyongsong 75 tahun Indonesia merdeka. Tetapi kita juga harus waspada bahaya intoleransi, radikalisme dan terorisme yang mengancam di depan mata. Mari kita bersatu menggalang persatuan dan kesatuan untuk bersama-sama mengikis yang ada ini,” tutur Musdah.



Menurut dia, pendidikan adalah cara tepat untuk mengikis paham primordialisme dan politik identitas yang mengarah pada intoleransi serta radikal terorisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!