Ditjen Bimas Islam Kemenag dan LKS-PWU Dorong Gerakan Indonesia Berwakaf
Kamis, 01 Agustus 2024 - 23:28 WIB
Ditjen Bimas Islam Kemenag melaksanakan rapat koordinasi dengan para perwakilan LKS-PWU di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (1/8/2024). Foto/istimewa
JAKARTA - Ditjen Bimas Islam Kemenag melaksanakan rapat koordinasi dengan para perwakilan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Direktur Zakat Wakaf Kemenag RI, perwakilan LKS-PWU, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi pelaksanaan wakaf uang sekaligus optimalisasi peran LKS-PWU.
Baca juga: Kemenag Latih Takmir Masjid hingga Difabel Siaga Hadapi Bencana
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamarudin Amin mengajak seluruh pihak di sektor ini untuk bersinergi dan berkolaborasi agar mendapatkan solusi dari tantangan penerimaan wakaf uang.
“Kita perlu bersinergi, berkolaborasi, untuk mencari solusi dari tantangan yang ada,” ujar Kamarudin.
Ia melanjutkan bahwa beragama yang berkualitas adalah ketika kita bisa berdampak serta turut berkontribusi pada sebuah transformasi sosial. “Beragama harus terlibat, berfungsi secara instrumental dalam berbangsa dan bernegara,” ucap Kamarudin.
Rapat koordinasi yang dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Direktur Zakat Wakaf Kemenag RI, perwakilan LKS-PWU, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi pelaksanaan wakaf uang sekaligus optimalisasi peran LKS-PWU.
Baca juga: Kemenag Latih Takmir Masjid hingga Difabel Siaga Hadapi Bencana
Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamarudin Amin mengajak seluruh pihak di sektor ini untuk bersinergi dan berkolaborasi agar mendapatkan solusi dari tantangan penerimaan wakaf uang.
“Kita perlu bersinergi, berkolaborasi, untuk mencari solusi dari tantangan yang ada,” ujar Kamarudin.
Ia melanjutkan bahwa beragama yang berkualitas adalah ketika kita bisa berdampak serta turut berkontribusi pada sebuah transformasi sosial. “Beragama harus terlibat, berfungsi secara instrumental dalam berbangsa dan bernegara,” ucap Kamarudin.
Lihat Juga :