DEEP: Segera Lantik Iffa Rosita Sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Hasyim Asy'ari
Senin, 08 Juli 2024 - 19:54 WIB
Pascaputusan DKPP yang memberhentikan Hasyim Asy’ari dari jabatannya sebagai Ketua KPU, Direktur DEEP Indonesia Neni Nur Hayati meminta Presiden Jokowi segera melantik komisioner baru. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Pascaputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberhentikan Hasyim Asy’ari dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera melantik komisioner baru. Sesuai urutan calon berikutnya adalah Iffa Rosita.
Neni juga meminta pemerintah konsisten tidak mengotak-atik kembali calon yang sudah ditetapkan saat fit and proper test yang digelar Komisi II DPR selama 4 hari yang digelar pada pertengahan Februari 2024.
Baca juga: Hasyim Asy'ari Dipecat karena Kasus Asusila, Megawati: Gile Enggak?
“Iffa Rosita sudah jelas ada di urutan kesembilan setelah Viryan (Komisioner KPU 2017-2022). Kita ketahui bersama Viryan meninggal dunia pada 21 Mei 2022 karena sakit. Maka, calon pengganti berikutnya adalah Iffa Rosita yang saat ini menjadi komisioner KPU Kalimantan Timur. Jika pemerintah menunda dan mengulur-ulur pelantikan komisioner baru menggantikan Hasyim, maka ini mengundang tanda tanya publik. Hal ini juga akan berimplikasi serius terhadap kredibilitas dan reputasi KPU,” ujar Neni, Senin (8/7/2024).
Neni juga meminta pemerintah konsisten tidak mengotak-atik kembali calon yang sudah ditetapkan saat fit and proper test yang digelar Komisi II DPR selama 4 hari yang digelar pada pertengahan Februari 2024.
Baca juga: Hasyim Asy'ari Dipecat karena Kasus Asusila, Megawati: Gile Enggak?
“Iffa Rosita sudah jelas ada di urutan kesembilan setelah Viryan (Komisioner KPU 2017-2022). Kita ketahui bersama Viryan meninggal dunia pada 21 Mei 2022 karena sakit. Maka, calon pengganti berikutnya adalah Iffa Rosita yang saat ini menjadi komisioner KPU Kalimantan Timur. Jika pemerintah menunda dan mengulur-ulur pelantikan komisioner baru menggantikan Hasyim, maka ini mengundang tanda tanya publik. Hal ini juga akan berimplikasi serius terhadap kredibilitas dan reputasi KPU,” ujar Neni, Senin (8/7/2024).
Lihat Juga :