Akankah All-Time High (ATH) Saham BBKP Melejit? Ini Kata Pengamat
Senin, 24 Juni 2024 - 13:43 WIB
Jangan heran, dilihat dari chart harian tren pelemahan atau bearish pada saham BBKP telah dikonfirmasi sejak 22 Mei 2024, melalui persilangan MA5 dan MA21 pada level Rp64.
Reza Priyambada selaku Investment Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menyampaikan bahwa pergerakan harga saham BBKP saat ini belum sepenuhnya merefleksikan kondisi sentimen dan fundamentalnya yang mulai membaik.
“Terkait dengan kinerja BBKP, mereka ini kan masih dalam proses restrukturisasi kinerjanya. Penyesuaian penyaluran kredit, beban bunga, kolektabilitas atas piutang kredit, dan hal-hal lainnya. Terkait dengan peningkatan kualitas aset dan kinerja lainnya masih berproses. Sehingga menurut saya wajar dimana kinerja laporan keuangannya belum terlalu memberikan hasil yang fantastis,” ujarnya.
Akan tetapi, dari sisi peningkatan pendapatan bunga dan perbaikan kualitas risiko kredit sudah mulai membaik. Artinya, proses tersebut masih berjalan. Kalaupun masih tercatat rugi, itu hanya berupa angka perhitungan.
Namun demikian, ini masih menjadi PR manajemen untuk dapat memperbaiki kedepannya. Adanya pemberitaan rating investment grade dari Fitch tentunya sudah mempertimbangkan berbagai parameter hingga prospek BBKP ke depannya di bawah KB Bank.
Kerugian yang terjadi seiring masih tingginya beban bunga yang ini menjadi PR manajemen untuk dapat memperbaikinya. Akan tetapi, sejumlah perbaikan pun juga telah dilakukan oleh manajemen. Diantaranya, pertumbuhan kredit baru sebesar Rp1,1 triliun atau setara 114,3 persen menjadi Rp2 triliun kuartal I 2024.
Kemudian, penurunan rasio kredit berisiko atau loan at risk (LAR) hingga dibawah 35 persen pada akhir Kuartal I 2024 melalui serangkaian inisiatif pengalihan aset berkualitas rendah, dengan skema Asset Back Securities (ABS). Hingga kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memperluas coverage pelayanan.
Reza Priyambada selaku Investment Consultant PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menyampaikan bahwa pergerakan harga saham BBKP saat ini belum sepenuhnya merefleksikan kondisi sentimen dan fundamentalnya yang mulai membaik.
“Terkait dengan kinerja BBKP, mereka ini kan masih dalam proses restrukturisasi kinerjanya. Penyesuaian penyaluran kredit, beban bunga, kolektabilitas atas piutang kredit, dan hal-hal lainnya. Terkait dengan peningkatan kualitas aset dan kinerja lainnya masih berproses. Sehingga menurut saya wajar dimana kinerja laporan keuangannya belum terlalu memberikan hasil yang fantastis,” ujarnya.
Akan tetapi, dari sisi peningkatan pendapatan bunga dan perbaikan kualitas risiko kredit sudah mulai membaik. Artinya, proses tersebut masih berjalan. Kalaupun masih tercatat rugi, itu hanya berupa angka perhitungan.
Namun demikian, ini masih menjadi PR manajemen untuk dapat memperbaiki kedepannya. Adanya pemberitaan rating investment grade dari Fitch tentunya sudah mempertimbangkan berbagai parameter hingga prospek BBKP ke depannya di bawah KB Bank.
Kerugian yang terjadi seiring masih tingginya beban bunga yang ini menjadi PR manajemen untuk dapat memperbaikinya. Akan tetapi, sejumlah perbaikan pun juga telah dilakukan oleh manajemen. Diantaranya, pertumbuhan kredit baru sebesar Rp1,1 triliun atau setara 114,3 persen menjadi Rp2 triliun kuartal I 2024.
Kemudian, penurunan rasio kredit berisiko atau loan at risk (LAR) hingga dibawah 35 persen pada akhir Kuartal I 2024 melalui serangkaian inisiatif pengalihan aset berkualitas rendah, dengan skema Asset Back Securities (ABS). Hingga kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memperluas coverage pelayanan.
Lihat Juga :