Peter Carey: Tak Ada Hubungan Kesultanan Islam di Jawa dengan Turki Utsmani

Kamis, 20 Agustus 2020 - 22:10 WIB
Sejarawan Peter Carey menyatakan tidak ada bukti dokumen yang menunjukkan adanya hubungan Kesultanan Islam di Jawa dengan Kekhalifahan Utsmani di Turki. FOTO/TWITTER
JAKARTA - Sejarawan Inggris yang memforkuskan diri pada penelitian tentang Perang Jawa (Perang Pangeran Diponegoro), Peter Carey membantah adanya hubungan antara Kekhalifahan Utsmaniyah dan Kesultanan-Kesultanan Islam di Jawa seperti yang ada dalam film Jejak Khalifah di Nusantara. Pria kelahiran Yangon, Myanmar tersebut memastikan tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan tersebut.

Hal ini disampaikan Peter Carey dalam siaran pers yang ditulis oleh asisten penelitiannya, Christopher Reinhart. "Saya Christopher Reinhart, sebagai asisten peneliti Prof Peter Carey, ingin meneruskan, atas permintaan Prof Carey, informasi lanjutan mengenai klaim adanya hubungan antara Kekhalifahan Utsmaniyah dan Kesultanan-kesultanan Islam di Jawa di dalam film Jejak Khilafah di Nusantarayang sempat mencatut namanya," tulis Christopher Reinhart dalam siaran persnya yang disebar melalui akun Twitter-nya, Rabu (19/8/2020).



Menurut Christopher Reinhart, pada 16 Agustus 2020, Prof Carey mengirimkan surat elektronik kepada ahli sejarah hubungan Utsmaniyah-Asia Tenggara, Dr Ismail Hakki Kadi. Surel itu dibalas pada 18 Agustus 2020. Berikut ini pokok pemikirannya: (Baca juga: Musthafa Kemal, Akhir Utsmani, dan Ratapan Para Penyair )

1. Tidak ada bukti pada dokumen-dokumen di Arsip Turki Utsmani yang menunjukkan bahwa 'negara' Islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak (1475–1558), utamanya raja pertamanya, Raden Patah (bertakhta, 1475–1518), memiliki kontak dengan Turki Utsmani.

2. Kesultanan yang ada di Pulau Jawa tidak dianggap sebagai vassal atau naungan Turki Utsmani, termasuk juga bukan wakil sultan-sultan Utsmani di Jawa.

3. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Turki Utsmani dan Kesultanan Yogyakarta (didirikan 1749) dalam hal hierarkhi sebagaimana dimaksud di dalam poin nomor 2, termasuk tidak ada bukti dokumen sejarah yang menunjukkan bahwa panji 'Tunggul Wulung' merupakan 'bukti' bahwa Yogyakarta adalah wakil dari Turki Utsmani di Jawa, berdasarkan penelitian kearsipan Dr. Kadi yang telah lama meneliti dokumen-dokumen Turki Utsmani di Arsip Utsmani di Istanbul.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!