PDIP Sebut Deklarator KAMI Kental Nuansa Post Power Syndrome
Rabu, 19 Agustus 2020 - 07:44 WIB
Jajaran pengurus cabang PDIP ikut bereaksi atas deklarasi dan penyampaian maklumat KAMI yang dilakukan oleh sejumlah tokoh dan aktivis pada Selasa 18 Agustus kemarin. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Jajaran pengurus cabang PDIP ikut bereaksi atas deklarasi dan penyampaian maklumat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dilakukan oleh sejumlah tokoh dan aktivis pada Selasa 18 Agustus kemarin. Deklarasi itu dianggap manuver politik dengan dalih menyelamatkan rakyat, sementara kegiatan itu tak mengindahkan protokol kesehatan pandemi COVID-19.
"Namanya saja Koalisi Aksi. Jadi di situ yang ada hanya aksi politik. Jangankan menyelamatkan Indonesia, menjaga disiplin deklarasi dengan mematuhi protokol COVID-19 saja tidak bisa. Bandingkan dengan upacara HUT Kemerdekaan RI oleh DPP PDI Perjuangan di Lapangan Banteng, yang sangat tertib dan berdisiplin," ujar Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito dalam keterangannya, Rabu (19/8/2020). (Baca juga: Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo Sarankan Pemerintah Terbitkan e-Rupiah)
Wanto menganggap kredibilitas KAMI akan dengan sendirinya tergerus karena karakter para pengusungnya yang cenderung 'kerap' melakukan manuver politik. Dalam hal ini, Wanto menganggap kader PDIP dan seluruh rakyat Indonesia sudah cerdas untuk membedakan mana pemimpin yang mumpuni dan bekerja keras bagi negeri.
"Rakyat bisa membedakan yang mana yang niat jadi pemimpin tapi nyatanya hanya mengejar mimpi. Kami meragukan maksud deklarator KAMI, kecuali hanya sebagai representasi mewakili barisan sakit hati," kata alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
"Namanya saja Koalisi Aksi. Jadi di situ yang ada hanya aksi politik. Jangankan menyelamatkan Indonesia, menjaga disiplin deklarasi dengan mematuhi protokol COVID-19 saja tidak bisa. Bandingkan dengan upacara HUT Kemerdekaan RI oleh DPP PDI Perjuangan di Lapangan Banteng, yang sangat tertib dan berdisiplin," ujar Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Selatan Wanto Sugito dalam keterangannya, Rabu (19/8/2020). (Baca juga: Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo Sarankan Pemerintah Terbitkan e-Rupiah)
Wanto menganggap kredibilitas KAMI akan dengan sendirinya tergerus karena karakter para pengusungnya yang cenderung 'kerap' melakukan manuver politik. Dalam hal ini, Wanto menganggap kader PDIP dan seluruh rakyat Indonesia sudah cerdas untuk membedakan mana pemimpin yang mumpuni dan bekerja keras bagi negeri.
"Rakyat bisa membedakan yang mana yang niat jadi pemimpin tapi nyatanya hanya mengejar mimpi. Kami meragukan maksud deklarator KAMI, kecuali hanya sebagai representasi mewakili barisan sakit hati," kata alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Lihat Juga :