Prabowo Diminta Tidak Terjebak dalam Politik Merangkul yang Kebablasan

Selasa, 07 Mei 2024 - 18:23 WIB
“Namun doa mereka yang ditinggal diyakini akan mampu merubah keadaan alam semesta,” tuturnya.

Oleh karena itu, Prabowo disarankan mengutamakan terlebih dahulu membagi penugasan kepada para pejuang yang memiliki kompetensi pada bidangnya masing-masing. "Jangan sampai anak di pangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan. Saya yakin Pak Prabowo sebagai pemegang hak prerogatif, pasti bisa dan tetap ingin bersama para pejuangnya," ucapnya.

Baca juga: Berapa Jumlah Menteri dalam Kabinet? Ini Aturannya Menurut UU Kementerian Negara

Maka itu, dia mengingatkan Prabowo untuk tidak hanya mengutamakan merangkul semua pihak ke dalam koalisi. Sebab, kata dia, kekuasaan yang besar membutuhkan kontrol yang besar pula. Sehingga perlu adanya penyeimbang kekuasaan atau ruang oposisi.

“Oposisi yang baik akan memberikan manfaat untuk mengingatkan pemerintahan yang berkuasa agar tetap menjalankan pemerintahan sesuai dengan perundangan dan mengutamakan menuntaskan janji politik yang telah dan akan diajukan selama masa pemerintahan,” ujarnya.

"Waktu tersisa selama kurang lebih enam bulan sebelum pelantikan, perlu dingatkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam membentuk koalisi dan postur koalisi yang tepat sesuai tujuan di atas,” sambung Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) dan Haidar Alwi Care (HAC) itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!