Permintaan Tenaga Perawat di Jerman Terus Meningkat
Rabu, 01 Mei 2024 - 19:30 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengapresiasi Duta Besar LBBP RI untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno atas dukungan penuhnya dalam program Triple Win penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jerman skema G to G sektor tenaga kesehatan. Foto: Ist
JAKARTA - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengapresiasi besar Duta Besar LBBP RI untuk Republik Federal Jerman Arif Havas Oegroseno atas dukungan penuhnya selama ini. Kegiatan yang diapresiasi yakni program Triple Win penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jerman skema Government to Government (G to G) sektor tenaga kesehatan.
Dalam kunjungan kerjannya ke Berlin, Selasa (30/4/2024), Benny mengungkapkan, BP2MI menerima informasi bahwa saat ini Jerman kekurangan pekerja skill. Pemerintah Jerman telah memberikan kemudahan bagi pekerja asing melalui amandemen ‘Skilled Immigration Act’ yang diharapkan dapat mengisi kekosongan sekitar 1,98 juta lapangan pekerjaan di Jerman.
Baca juga: Gaji Tinggi, Jerman Jadi Negara Idola Pekerja Migran Indonesia
Melalui kebijakan baru ini, Pemerintah Jerman berharap dapat menarik setidaknya 60 ribu pekerja skill per tahun dari negara Non-Eropa. “Ini tentunya akan membuka peluang yang sangat besar bagi Pekerja Migran kita,” ujarnya.
Dalam kunjungan kerjannya ke Berlin, Selasa (30/4/2024), Benny mengungkapkan, BP2MI menerima informasi bahwa saat ini Jerman kekurangan pekerja skill. Pemerintah Jerman telah memberikan kemudahan bagi pekerja asing melalui amandemen ‘Skilled Immigration Act’ yang diharapkan dapat mengisi kekosongan sekitar 1,98 juta lapangan pekerjaan di Jerman.
Baca juga: Gaji Tinggi, Jerman Jadi Negara Idola Pekerja Migran Indonesia
Melalui kebijakan baru ini, Pemerintah Jerman berharap dapat menarik setidaknya 60 ribu pekerja skill per tahun dari negara Non-Eropa. “Ini tentunya akan membuka peluang yang sangat besar bagi Pekerja Migran kita,” ujarnya.
Lihat Juga :