Mardani Ali Sera: Sastra Simbol Kemajuan Peradaban Bangsa
Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:46 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Foto/dok PKS
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan minat terhadap sastra.
Menurut Mardani, sastra merupakan simbol kemajuan suatu bangsa atau peradaban. Dia menyebut pembangunan Indonesia dan dunia tidak terlepas dari karya sastra. “Begitu pentingnya sastra dalam kehidupan dan peradaban manusia, termasuk Indonesia dan kemerdekaannya,” ujar anggota DPR itu dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).
Dia menerangkan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Proklamasi adalah produk sastra yang mengandung kalimat yang kuat dan luar biasa. Sastra, menurut dia, menjadi alat perjuangan para founding fathers Indonesia.(Baca juga: Dubes Palestina Hadiri Deklarasi Koalisi Din Syamsuddin dkk )
Dengan mempelajari sastra, Mardani mengatakan para politikus akan memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap lingkungan sekitar dan kaum marjinal. “Sastra bisa menjadi ruh dan jantung pembangunan Indonesia. Dengan Sastra, politisi memiliki sensibilitas dan kepekaan terhadap sesama manusia dan alam,” tuturnya.
Menurut Mardani, sastra merupakan simbol kemajuan suatu bangsa atau peradaban. Dia menyebut pembangunan Indonesia dan dunia tidak terlepas dari karya sastra. “Begitu pentingnya sastra dalam kehidupan dan peradaban manusia, termasuk Indonesia dan kemerdekaannya,” ujar anggota DPR itu dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).
Dia menerangkan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Proklamasi adalah produk sastra yang mengandung kalimat yang kuat dan luar biasa. Sastra, menurut dia, menjadi alat perjuangan para founding fathers Indonesia.(Baca juga: Dubes Palestina Hadiri Deklarasi Koalisi Din Syamsuddin dkk )
Dengan mempelajari sastra, Mardani mengatakan para politikus akan memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap lingkungan sekitar dan kaum marjinal. “Sastra bisa menjadi ruh dan jantung pembangunan Indonesia. Dengan Sastra, politisi memiliki sensibilitas dan kepekaan terhadap sesama manusia dan alam,” tuturnya.
Lihat Juga :