DPR Minta Pemerintah Waspadai Dampak Perang Israel dengan Iran
Selasa, 16 April 2024 - 17:15 WIB
Sejak pecah Revolusi1979, kata Said, Iran mengubah orientasi kebijakan luar negerinya terhadap Israel. Kedua negara terlibat perang proxy berlangsung sangat lama. Atas dasar itu, Said memperkirakan permusuhan kedua negara tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat, dan setiap saat bisa terjadi konfrontasi lanjutan.
"Merespon situasi tersebut, saya meminta pemerintah proaktif melakukan langkah-langkah strategis, antara lain proaktif melakukan upaya diplomatik melalui lembaga lembaga internasional, baik di PBB, maupun OKI untuk mendorong gencatan senjata dari kedua negara," katanya.
Baca juga: Imbas Perang Iran-Israel, Pemerintah Canangkan Hemat Energi
Hal itu sejalan dengan upaya mencari upaya damai perang antara Israel dan Palestina. Termasuk mendorong PBB untuk lebih memiliki makna dalam upaya penciptaan perdamaian dunia. Upaya ini memang tidak mudah, sebab pembelaan Amerika Serikat dan Inggris yang begitu kuat kepada Israel.
Apalagi jika dilihat dari sisi keuntungan ekonomi, eskalasi di Timur Tengah mendongkrak harga minyak dunia dan menguntungkan kedua blok politik besar yakni Tiongkok dan Rusia versus Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Kanada yang sama sama produsen minyak bumi dan senjata besar di dunia.
"Pemerintah harus proaktif mengamankan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan di dalam negeri, sebab merujuk data 2023 kita bergantung dari impor minyak mentah dan hasil minyak rata rata 3,5 juta ton per bulan," ucapnya.
"Merespon situasi tersebut, saya meminta pemerintah proaktif melakukan langkah-langkah strategis, antara lain proaktif melakukan upaya diplomatik melalui lembaga lembaga internasional, baik di PBB, maupun OKI untuk mendorong gencatan senjata dari kedua negara," katanya.
Baca juga: Imbas Perang Iran-Israel, Pemerintah Canangkan Hemat Energi
Hal itu sejalan dengan upaya mencari upaya damai perang antara Israel dan Palestina. Termasuk mendorong PBB untuk lebih memiliki makna dalam upaya penciptaan perdamaian dunia. Upaya ini memang tidak mudah, sebab pembelaan Amerika Serikat dan Inggris yang begitu kuat kepada Israel.
Apalagi jika dilihat dari sisi keuntungan ekonomi, eskalasi di Timur Tengah mendongkrak harga minyak dunia dan menguntungkan kedua blok politik besar yakni Tiongkok dan Rusia versus Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Kanada yang sama sama produsen minyak bumi dan senjata besar di dunia.
"Pemerintah harus proaktif mengamankan pasokan minyak bumi untuk kebutuhan di dalam negeri, sebab merujuk data 2023 kita bergantung dari impor minyak mentah dan hasil minyak rata rata 3,5 juta ton per bulan," ucapnya.
Lihat Juga :