7 Fakta Kopassus, Nomor Terakhir Komandan Pertama Baret Merah

Minggu, 31 Maret 2024 - 05:32 WIB
Kemudian di tanggal 12 Desember 1966 RPKAD berubah menjadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat (Puspassus AD). Nama Puspassus AD hanya bertahan lima tahun.

Pada 17 Februari 1971, Puspassus AD berubah menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Seiring reorganisasi di tubuh ABRI, sejak 26 Desember 1986 Kopassandha berubah menjadi Kopassus hingga kini.

4. Struktur Organisasi Group Kopassus



- Makopassus, berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Pataka Tribuana Chandraca Satya Dharma.

- Grup-1 / Parako, Berkedudukan di Serang dengan sesanti Dhuaja Eka Wastu Baladika.

- Grup-2 / Sandha, Berkedudukan di Solo dengan sesanti Dhuaja Dwi Dharma Bhirawayudha.

- Grup-3 / Sandha, Berkekdudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja Tri Kottaman Wira Naraca Byuha.

- Pudiklatpassus, Berkedudukan di Batujajar dengan sesanti Sempana Tri Yudha Cakti.

- Sat-81 / Gultor, Berkedudukan di Cijantung dengan sesanti Dhuaja Siap Setia Berani.

5. Kopassus Dipimpin Danjen Berpangkat Mayjen



Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dipimpin oleh Perwira Tinggi (Pati) TNI AD berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen). Saat ini per tahun 2024, jabatan Danjen Kopassus diduduki oleh Mayjen TNI Djon Afriandi.

6. Aksi Heroik Kopassus di Operasi Woyla



Melambungnya nama Kopassus kala itu saat terjadinya peristiwa pembajakan pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 pada tahun 1981. Pembebasan sandera pembajakan sekelompok teroris bersenjata di Bandar Udara Don Mueang, Bangkok, Thailand, yang dikenal dengan Operasi Woyla.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!